Selamat Dari Pengeroyokan, Namun Tewas Tenggelam

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Diduga salah paham, Junaidi (37) warga Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), berhasil selamat dari keroyokan warga tidak dikenal namun apesnya tewas tenggelam di Sungai Meriak di dusun 7, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sedangkan kedua rekannya yakni Sangkut (33) warga Sungai teras, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang dan Ruslan (27) warga Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten OI, berhasil selamat meski babak belur dihajar massa tidak dikenal.

Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang, Rabu (12/11/2025), dari pengakuan korban Sangkut bahwa kejadian tersebut bermula pada saat korban Sangkut menghubungi korban Ruslan untuk meminjam mesin pompa air. Kemudian korban Ruslan dan Junaidi beriringan dengan menaiki 2 unit sepeda motor membawa mesin pompa air tersebut dan bertemu di Dusun 7 Sungai Jangkit Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim tepatnya didekat pelabuhan/dermaga batu baru PT. RMK.

Ketika sampai, lanjut Kasi Humas, ternyata korban Junaidi bermaksud juga ingin menjual sepeda motornya merk Yamaha Jupiter kepada Sangkut, dan untuk menyakinkan bahwa kondisi motornya masih bagus iapun mencoba untuk menyalakan mesin motor tersebut dengan cara diengkol berulang kali. Namun ternyata meski sudah diengkol berulang kali motor tersebut susah hidup sehingga korban terus mencobanya sambil menarik gas motor. Setelah mencoba berulang kali akhirnya motor tersebut berhasil hidup dan korbanpun mengegas motor tersebut supaya mesin tidak mati sehingga menimbulkan suara knalpot yang berisik.

Namun tidak lama kemudian, korban didatangi 2 orang remaja yang tidak dikenal menghampiri mereka dan intinya tidak senang dan menegurnya akibat dari suara keras dari knalpot motornya.

Mendengar hal tersebut, lanjut Kasi Humas, korbanpun menjawab bahwa tidak ada maksud untuk menggeber-geber motor namun suara keras terus akibat mesin motor yang susah hidup. Namun ternyata para pengeroyok tetap tidak menerima alasan korban dan tiba-tiba langsung memukul kepala korban Ruslan. Melihat ada perkelahian, tiba-tiba teman-teman pelaku sekitar 15 orang dengan membawa batu dan kayu datang membantu menyerang 3 orang korban Junaidi, Ruslan dan Sangkut sehingga masing-masing korban babak belur dan berupaya menyelamatkan diri dengan terjun ke dalam sungai. Namun kedua korban berhasil menyelamatkan diri sedangkan korban Junaidi tidak ditemukan.

Setelah dilakukan pencarian oleh tim Basarnas, BPBD Muara Enim, Damkar Muara Enim, Polsek gelumbang, Koramil Gelumbang dan Masyarakat setempat akhirnya korban Junaidi berhasil ditemukan tetapi dalam kondisi meninggal akibat tenggelam di dusun 7 Sungai Jangkit, Desa Tanjung Baru, kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim.

“Korban tenggelam ditemukan sekitar 1 KM dari tempat kejadian perkara (tkp) oleh warga saat sedang melintas menggunakan speed boat,” ujar Kasi Humas.

Masih dikatakan Kasi Humas, dari analisa sementara penyebabnya akibat selisih paham antara 3 orang koban yang menyebabkan terjadinya tindakan kekerasan dan pengeroyokan oleh sekitar 15 orang remaja tidak dikenal yang diduga merupakan penduduk atau warga setempat. Dan tidak menutup kemungkinan sebelum terjadi tindakan kekerasan, pengeroyokan didahului adanya cekcok mulut antara korban dengan para pelaku. Sedangkan korban tenggelam diduga terbawa arus deras dan kelelahan yang menyebabkan korban tenggelam.

“Pihak keluarga Korban tidak bersedia dilakukan otopsi dalam dengan surat pernyataan. Sedangkan jenazah Korban sudah dimakamkan hari ini (Rabu,red) di desanya. Sedangkan para pelaku sedang dalam penyelidikan,” jelas Kasi Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *