Muara Enim Tuan Rumah Silakwil III ICMI Sumsel, Angkat Isu Tata Kelola Pertanahan

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Kabupaten Muara Enim mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) III Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sumatera Selatan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) Sabtu, (29/11/2025) malam.

Kegiatan yang berlangsung 2 hari ini yakni tanggal 29-30 November ini, dibuka oleh Bupati Muara Enim H Edison SH MHum yang juga menjabat sebagai Ketua ICMI Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Muara Enim, dihadiri oleh Ketua ICMI Orwil Sumsel yang diwakili Sekretaris Dr Bahrul Ilmi Yakup SH MH, Gubernur Sumsel yang diwakili Bambang Sukanto dari Kesbangpol Sumsel, para pengurus ICMI Kabupaten/Kota se-Sumsel, Forkopimda, Para pejabat OPD, dan para undangan.

Adapun Tema yang akan dibahas adalah ‘Penguatan peran ICMI dalam pemberdayaan ekonomi umat serta keadilan dalam pengelolaan pertanahan’. Bupati Muara Enim Edison mengatakan bahwa Silakwil III ICMI Orwil Sumsel ini menjadi momentum penting bagi Muara Enim untuk menunjukkan peran strategisnya sebagai pusat diskusi cendekiawan Muslim. Kehadiran para pemikir dan praktisi di bidang sosial, ekonomi, dan pemerintahan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebijakan pembangunan daerah.

Adapun tema utama yang diangkat dalam pertemuan ini, lanjut Bupati, adalah pemberdayaan ekonomi umat serta keadilan dalam pengelolaan pertanahan. Isu tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, akses terhadap sumber daya, serta keberlanjutan pembangunan di Sumatera Selatan.

“Kebetulan saya berlatar belakang di BPN, tentu sedikit banyaknya mengetahui permasalahan pertanahan yang timbul saat ini,” ujar Edison yang pernah menjabat beberapa kali sebagai Kepala BPN di wilayah Sumsel ini sebelum menjabat sebagai Bupati Muara Enim ini

Sebagai Ketua ICMI Kabupaten Muara Enim, lanjut Edison, tentu dengan tema tersebut akan membawa pengalaman berharga dari kariernya di Badan Pertanahan Nasional. Latar belakang tersebut menjadi modal penting dalam mendorong tata kelola pertanahan yang lebih transparan, adil, dan berpihak pada masyarakat. Kehadiran beliau memperkuat posisi Muara Enim sebagai tuan rumah yang tidak hanya menyediakan ruang pertemuan, tetapi juga menawarkan gagasan strategis.

Selain pertanahan, kata Bupati, pemberdayaan ekonomi umat menjadi fokus pembahasan. Para cendekiawan Muslim diharapkan mampu merumuskan rekomendasi konkret untuk memperkuat UMKM, mengembangkan ekonomi berbasis syariah, serta memanfaatkan potensi lokal agar lebih berdaya saing.

Ketua ICMI Provinsi Sumsel yang diwakili Sekretaris Dr. Bahrul Ilmi Yakup, S.H., M.H., berharap Silakwil III menghasilkan program kerja yang dapat diimplementasikan secara nyata, sehingga Muara Enim tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah acara, tetapi juga sebagai motor penggerak ide-ide pembangunan di Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Muara Enim.

Sedangkan kita memilih Tema tersebut, lanjut Bahrul, bahwa masalah pertanahan saat ini di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan apalagi dengan aturan baru dari Kementrian ATR sehingga diperlukannya kepastian hukum yang memihak kepada rakyat.

“Kita lihat kasus tanah yang menimpa mantan Wapres RI Pak Jusuf Kalla, sekelasnya saja bisa seperti itu apalagi kita masyarakat kecil. Makanya hasil ini akan kita bawa ke Silatnas pada bulan Desember nanti di Bali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *