Antrian Pasien Cuci Darah di RSUD dr HM Rabain Muara Enim Meningkat

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM–RSUD dr HM Rabain Muara Enim sedikit kewalahan melayani pasien Hemodialisa (HD) atau cuci darah. Pasalnya, meski mesin HD dan tenaga medisnya ditambah namun ternyata jumlah pasien terus mengalami peningkatan.

“Di RSUD dr HM Rabain, kita sengaja batasi hanya untuk pasien peserta BPJS, untuk mengurangi antrian, sedangkan untuk pasien umum bisa RS BAM atau rumah sakit lainnya,” ujar Dirut dr HM Rabain Muara Enim Selamat Oku Asmana SKM MKes, Jumat (5/12/2025).

Menurut Oku, bahwa jumlah pasien yang antre untuk mendapatkan layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Seperti di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, jika pada tahun 2024 jumlah pasien HD yang masuk daftar antrian berjumlah sekitar 50 orang, namun pada tahun 2025 meningkat menjadi 75 orang.

Oku mengatakan bahwa layanan HD di RSUD dr HM Rabain Muara Enim pertama kali dibuka pada tahun 2018 dengan mesin HM 10 unit. Namun seiring waktu jumlah pasien terus meningkat sehingga mesih HD kembali ditambah menjadi total 14 unit. Dalam sehari bisa melayani 25 pasien dari hari Senin – Sabtu dengan setiap sesi hemodialisa untuk pasien memerlukan waktu antara 3 – 5 jam setiap kali tindakan.

“Sebenarnya kami memiliki 15 unit, namun 1 unit khusus pasien cuci darah penyakit menular. Bayangkan kita hanya mampu untuk 25 pasien sedangkan antrian sudah 75 pasien peserta BPJS,” ujarnya.

Lanjut Oku, dengan keterbatasan tersebut, pada tahun 2026 nanti, pihaknya berencana akan menambah 10 mesin HD beserta tenaga medisnya sebanyak 7 orang yang bersertifikasi HD sehingga total mesin HD menjadi 24 unit.

“75 pasien antri itu rata-rata orang Muara Enim. Sebab jika bisa cuci darah di Muara Enim tentu biaya akomodasi lebih ringan bila dibandingkan harus ke Palembang dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut Oku mengatakan bahwa kedepan, pada tahun 2026, Pemkab Muara Enim telah menganggarkan untuk membangun gedung RSUD dr HM Rabain Muara Enim setinggi 10 lantai, dimana 1 lantai akan dibuat khusus untuk layanan Uronefrologi dengan kapasitas 60 mesin HD. Sebab kalau saat ini, ruangan layanan HD terpencar, kedepan akan disatukan sehingga pasien,
tenaga medis dan lain-lain lebih mudah dan cepat.

Meskipun jumlah pasien terus meningkat, pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan dan berupaya memenuhi kebutuhan pasien hemodialisa salah satunya dengan penambahan mesin HD dan penambahan dokter spesialis dan tenaga medis yang bersertifikasi.

Di akhir keterangannya, Oku, mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat. Hindari konsumsi minuman kemasan yang dapat mengganggu fungsi ginjal. Perbanyak minum air putih minimal dua liter per hari.

Sementara itu menurut Kuwat (64) salah seorang pasien HD, bahwa awalnya ia terkena penyakit diabet, setelah menjalar ke ginjal sehingga mengharuskannya harus cuci darah setiap 3 kali seminggu.

Dan beruntungnya di RSUD dr HM Rabain Muara Enim memprioritaskan pasien BPJS sehingga ia tidak perlu jauh-jauh jika ingin berobat ataupun cuci darah.
Harapan kedepan, lanjut Kuwat, pelayanan HD di RSUD dr HM Rabain Muara Enim untuk mesih HD di perbanyak lagi dan gedung tempat cuci darah dibuat gedung khusus sehingga pasien, tenaga medis dan lainnya lebih nyaman dan aman.

“Saya bersyukur bisa cuci darah di Muara Enim kalau keluar Muara Enim tentu biaya, waktu dan lainnya akan besar meski pengobatannya ditanggung BPJS,” pungkas pensiunan PNS Muara Enim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *