Diduga Konsleting Listrik, Rumah Kosong Hangus Terbakar

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Diduga Konsleting Listrik, sebuah rumah kosong milik Robi Musadad (37) warga Jl. BTN Mandala, Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, hangus terbakar. Meski tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan ratusan juta, Kamis (11/12/2025) sore.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Jumat (12/12/2025), kejadian tersebut berawal sekitar pukul 14.00 WIB, Ade Putri yang merupakan istri pemilik rumah meninggalkan rumahnya sebentar untuk menjemput anaknya dalam keadaan terkunci. Sedangkan suaminya Robi diketahui sedang bekerja di tambang.

Namun, selang 15 menit kemudian saat korban kembali kerumah, ia melihat asap tebal keluar dari arah kamar anaknya. Sontak ia berteriak meminta pertolongan warga. Salah seorang warga, Maryanto, langsung berinisiatif memanggil warga lainnya untuk membantu menyelamatkan barang-barang di dalam rumah sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Melihat kebakaran tersebut, warga setempat langsung panik sebab rumah mereka berdekatan satu sama lain dan takut api menjalar.

Beruntung tidaklama kemudian, dua unit mobil pemadam dari PT Bukit Asam Tbk telah lebih dahulu tiba dan melakukan proses pemadaman untuk menahan laju api yang terus membesar. Tak berselang lama, bantuan tambahan datang dari Pemkab Muara Enim berupa dua unit mobil damkar serta satu unit damkar Fuso milik PT SBS. Personel gabungan bekerja keras memadamkan api yang sudah melalap sebagian besar bangunan. Setelah hampir satu setengah jam upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB, sehingga tidak merembet ke rumah-rumah lain di kawasan tersebut.

Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, SH, SIK, MSi, melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang, mengatakan bahwa
berdasarkan hasil analisis awal Polsek Lawang Kidul, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada bagian kamar anak. Kondisi rumah yang kosong membuat api dengan cepat membesar sebelum sempat diketahui oleh pemiliknya. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya kerusakan pada saklar atau perangkat listrik yang sebelumnya tidak disadari oleh penghuni rumah.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Seluruh bagian rumah mengalami kerusakan berat, terutama pada area kamar yang menjadi titik awal munculnya api,” ujar Kasi Humas.

Saat ini, lanjut Kasi Humas, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari mendatangi dan mengamankan TKP, membantu proses pemadaman, menghimbau warga agar tidak mendekat, mencatat saksi-saksi, hingga membuat laporan resmi.

“Dari peristiwa ini pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik dan kondisi rumah sebelum ditinggalkan guna mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *