Lentera-PENDIDIKAN.com, MUARA ENIM-Masyarakat Muara Enim khususnya pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) khususnya ruas Muara Enim – Simpang Meo banyak rusak dan berlubang. Padahal hari raya Idul Fitri (lebaran) tinggal beberapa pekan namun belum terlihat akan adanya perbaikan.
Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun, Minggu (1/3/2026), pasca dilarang melintas angkutan batubara di Jalinsum, situasi dan kondisi jalan relatif lancar dan udara sedikit bersih tidak lagi berdebu dan berwarna Hitam. Namun permasalahannya adalah kondisi Jalinsum terutama di ruas Muara Enim – Simpang Meo, banyak ditemui jalan rusak bahkan berlobang yang sangat parah sehingga setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati terutama pada malam hari dan musim hujan. Sebab banyak kendaraan kecelakaan maupun rusak akibat terjebak jalan rusak atau masuk lobang yang dalam, apalagi posisi jalan turunan atau menanjak dan menikung seperti di wilayah Desa Keban Agung dan Darmo Kecamatan Lawang Kidul serta di wilayah Kecamatan Tanjung Agung dan Panang Enim.
Menurut Oktavianus (50) warga Muara Enim bahwa jalan rusak tersebut sudah bertahun-tahun tetapi sepertinya dibiarkan saja padahal jalan tersebut adalah Jalan nasional yang merupakan akses jalan utama.
“Kerusakan sudah lama, sudah banyak yang celaka. Karena tidak kunjung diperbaiki kerusakannya tambah besar dan banyak, apalagi ketika dahulu angkutan batubara masih melintas jadi bertambah parah,” tegasnya.
Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah pusat untuk segera memperbaiki jalan tersebut karena merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Apalagi sebentar lagi lebaran, tentu akan digunakan para pemudik.
“Kami minta kalau diperbaiki jalan hanya ditimbun dengan batu saja tetapi harus tuntas diaspal supaya agak tahan, kalau cuma ditimbun batu saja tidak lama rusak lagi,” harapnya.
Sementara itu Bupati Muara Enim Edison beberapa waktu lalu mengatakan bahwa dari hasil koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan di Palembang ditargetkan perbaikan jalan nasional di wilayah Kabupaten Muara Enim selesai diperbaiki paling lama H-10 sebelum hari raya Idul Fitri sehingga arus mudik dapat berjalan lancar dan masyarakat tidak lagi terganggu oleh kondisi jalan yang membahayakan.
“Ini sebagai tindaklanjut dari banyaknya keluhan masyarakat atas kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang di sejumlah titik terutama di wilayah Kabupaten Muara Enim,” tukas Bupati.
Dijelaskan Bupati, bahwa sebagian besar jalan rusak di Muara Enim merupakan jalan nasional. Karena itu, pemerintah daerah tidak dapat menggunakan APBD untuk memperbaikinya. Meski terbatas kewenangan, dirinya telah berkoordinasi dengan BBPJN Sumsel untuk memastikan penanganan segera dilakukan. Ia juga menyebutkan bahwa jalur nasional yang menghubungkan Muara Enim hingga perbatasan Baturaja, Ogan Komering Ulu, saat ini sedang dalam proses perbaikan. Begitu pula jalur Muara Enim menuju Simpang Belimbing yang tengah dikerjakan secara bertahap.
“Perbaikan jalan nasional di Muara Enim diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung mobilitas, keselamatan, serta kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Bupati.












