Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Diduga selisih paham, seorang juru parkir (Jukir) YG (29) warga Jalan Syeh Yahya Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, meregang nyawa setelah ditusuk oleh WP (18) warga Desa Satan Indah Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawa di Pasar Inpres Muara Enim, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (19/3/2026), kejadian tersebut berawal pelaku yang sedang berada dirumahnya mendapatkan kabar melalui telepon WhatsApp dari Emi yang merupakan teman pelaku bahwa paman pelaku yang bernama Putra sedang berselisih paham dengan korban YG di Pasar Inpres Muara Enim.
Mengetahui hal tersebut, Pelaku pun langsung menuju kelokasi kejadian tersebut dengan menyelipkan satu bilah Senjata Tajam (Sajam) di pinggangnya. Sesampainya di lokasi kejadian, Pelaku langsung menghampiri temannya bernama Emi untuk menanyakan keberadaan Paman pelaku yang bernama Putra, namun ternyata sudah pulang.
Tidak lama dari itu, tiba-tiba korban YG menghampiri Pelaku dan terjadilah cekcok mulut lalu pelaku pergi menjauhi korban YG dan mengeluarkan satu bilah sajam dari selipan pinggangnya.
Setelah itu, tanpa basa-basi Pelaku langsung mendekati korban YG dan menusukkan sajam tersebut kebagian perut korban YG sebanyak empat Tusukan. Setelah itu, Pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian tersebut dan korban dilarikan ke UGD RSUD H.M.Rabain Muara Enim. Setelah beberapa jam dari kejadian, akhirnya Pelaku memilih menyerahkan diri ke SPKT Polres Muara Enim dan saat ini telah diamankan di ruang Sat Reskrim untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Ketika dikonfirmasi ke Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Reskrim AKP Andrian, membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini, Pelaku telah menyerahkan diri serta diamankan bersama barang buktinya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan korban nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr HM Rabain Muara Enim.
“Untuk motifnya sementara ini masalah selisih paham antara lokasi lapak jualan paman Pelaku dengan area parkiran korban. Namun kita masih melakukan pemeriksaan mendalam nanti,” ujar Kasatlantas Reskrim.
Lanjut Kasat Reskrim, saat ini, pihaknya telah mendatangi dan melakukan olah TKP, mendokumentasikan, mencatat dan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti seperti Sajam, Pakaian Korban, CCTV dan lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
















