Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dalam kegiatan Pameran Kriya Nusa Tahun 2026 berskala nasional di Jakarta yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Dekranasda Kabupaten Muara Enim akan menampilkan Kriya lokal dan Batik Petule.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) serta ESDM Kabupaten Muara Enim Bhakti usai memimpin Rapat Persiapan Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Muara Enim pada Kegiatan Pameran Kriya Nusa Tahun 2026 di ruang Rapat Petule Dinas Perindustrian Perdagangan
Serta Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Muara Enim, Senin (20/4/2026).
Kadisperindag ESDM Muara Enim Bhakti mengatakan bahwa maksud dan tujuan rapat ini adalah koordinasi persiapan Dekranasda Muara Enim untuk mengikuti Pameran Kriyanusa Tahun 2026 yang merupakan pameran kerajinan berskala Nasional yang diselenggarakan Dekranas setiap tahunnya. Adapun tujuannya adalah untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan produk kriya local UMKM, serta dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan pasar Kriya di Indonesia.
Lanjut Bhakti, adapun tema Pameran Kriyanusa Tahun 2026 yaitu “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dengan harapan dapat menampilkan kriya terbaik dari para perajin Indonesia untuk bisa mendunia.
“Pelaksanaan yaitu tanggal 26 – 30 September 2026 pukul 09.00 – 21.00 WIB di Jakarta Internasional Convention Center Hall A dan Hall B Jin. Gatot Subroto RT. 1/RW.3 Gelora Kecamatan Tanah Abang Kota Jakarta Pusat,” ujar Bhakti.
Bhakti menjelaskan untuk produk yang akan di pamerkan di stand sesuai petunjuk Dekranas, yakni Produk hasil kerajinan tangan yang dibuat secara manual atau menggunakan alat sederhana. Lalu, kerajinan tradisional yang memiliki nilai estetika, budaya, tradisi dan fungsi tertentu, serta mencerminkan kearifan local.
Kemudian untuk kategori produk (kerajinan dari kayu, kerajinan seperti batik dan tenun, kerajinan dari logam, kerajinan dari kulit, kerajinan dari anyaman, kerajinan dari kertas atau material daur ulang, kerajinan dari keramik atau tanah liat.
“Dari kriteria diatas, kita akan memilih kriya lokal seperti anyaman bambu, kuduk, batik Petule dan lain-lain,” ujarnya.












