Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan langkah pencegahan dini mengantisipasi bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polsek Rambang bekerja sama dengan PT. Musi Hutan Persada (PT. MHP) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan, lahan, dan tanaman (Karhutla) di ruang pertemuan Polsek Rambang, Kabupaten Muara Enim, Selasa, (19/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Rambang Jhon Lara Sakti, S.H, Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T, M.Si, M.H beserta anggota, perwakilan Danramil 404-08/Rambang Lubai Sertu Jumino, perwakilan Dinas Kehutanan Sumsel Herwin, perwakilan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah V Palembang Juli, PT. MHP yang diwakili oleh Rahmat Irawan, S.P, para Kepala Desa se-Kecamatan Rambang dan perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Desa Pagar Agung, Desa Marga Mulya, Desa Sugihwaras Barat, Desa Sumber Rahayu, dan Desa Sugihan.
Rangkaian acara berjalan dengan tertib, dimulai dari pembukaan, penyampaian sambutan sekaligus sosialisasi dari Kapolsek Rambang, Camat, perwakilan TNI, hingga pemaparan materi teknis dan edukasi pencegahan serta penanganan kebakaran dari Dinas Kehutanan dan BPHL. Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan cenderamata secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani Hutan sebagai bentuk apresiasi dan penguatan sinergi.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T, M.Si, M.H mengatakan bahwa tujuan Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk melakukan pencegahan di wilayah operasional Perizinan Berusaha Pengelolaan Hutan (PBPH) PT. MHP. Selain itu juga, untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman Kelompok Tani Hutan serta masyarakat luas mengenai bahaya besar yang ditimbulkan oleh kebakaran. Kemudian, untuk memperkuat koordinasi antarinstansi mulai dari tingkat kecamatan, kepolisian, TNI, hingga pemerintah desa, serta mendorong terbentuknya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, kesiapsiagaan, dan penanganan dini apabila terjadi potensi kebakaran.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dan kolaboratif untuk meminimalkan risiko kebakaran yang kerap terjadi, terutama saat memasuki musim kemarau,” ujarnya.
Lanjut Kapolsek, bahwa pencegahan adalah kunci utama, dan peran aktif masyarakat serta kelompok tani adalah garda terdepan yang sangat dibutuhkan. Sebab kebakaran hutan dan lahan adalah musuh bersama yang dampaknya sangat merugikan lingkungan, ekonomi, maupun kesehatan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa membakar lahan adalah tindakan yang salah dan melanggar hukum,” jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bahwa menjaga hutan dan lahan adalah tanggung jawab kita semua. Kami juga mengapresiasi kerja sama yang erat dengan PT. MHP, Dinas Kehutanan, BPHL, TNI, Pemerintah Desa, dan para petani yang hadir, karena tanpa sinergitas ini, pencegahan akan sulit dilakukan secara maksimal.
Lebih lanjut, Kapolsek juga berharap materi dan pemahaman yang disampaikan dalam sosialisasi ini dapat diterapkan secara nyata di lapangan, serta masyarakat semakin peduli dan berani berperan aktif dalam mengawasi lingkungannya.
“Semoga dengan sosialisasi ini mempunyai pemahaman sama mengenai bahaya Karhutlah, cara mencegah, dan cara menangani api secara dini semakin kuat tertanam. Kami berharap tidak lagi ada kejadian kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan,” harapnya.














