Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyalurkan sekitar 17 ekor sapi kurban bantuan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026 ke sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Dari jumlah tersebut, salah satunya merupakan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan bobot mencapai 970 kilogram.
Bupati Muara Enim H. Edison mengatakan, bantuan hewan kurban tersebut berasal dari pemerintah pusat maupun dukungan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Muara Enim.
Penyaluran dilakukan secara bergilir agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
“Untuk tahun ini kita ada sekitar 17 ekor sapi bantuan kurban yang disalurkan ke sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Muara Enim,” ujar Edison saat penyerahan secara simbolis, di Masjid Agung Muara Enim, Selasa 26 Mei 2026.
Edison menjelaskan, sapi bantuan Presiden tahun ini disalurkan ke Masjid Agung Kota Muara Enim.
Sapi jenis Limousin Cross bernama Panjul tersebut berasal dari peternak lokal Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, dengan bobot 970 kg.
“Alhamdulillah kita berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tahun ini kita kembali menerima bantuan sapi kurban bobotnya hampir satu ton,” katanya.
Edison mengaku telah berpesan kepada pengurus Masjid Agung Muara Enim agar proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban dilakukan dengan baik dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sudah berpesan kepada pengurus masjid untuk penyembelihan dan dagingnya didistribusikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Menurut Edison, bantuan hewan kurban yang disalurkan setiap tahun masih dilakukan secara bertahap dan bergilir mengingat luasnya wilayah Kabupaten Muara Enim yang terdiri dari 246 desa dan 10 kelurahan.
“Jadi kita mendapatkan support dari beberapa perusahaan, kita sudah salurkan bergilir. Tidak cukup kalau untuk 246 desa dan 10 kelurahan, jadi tentu setiap tahun bergantian yang mendapatkan bantuannya,” jelasnya.
Edison berharap semangat berkurban di tengah masyarakat terus meningkat sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus tanda meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Tapi apapun itu, apakah sebagai penerima kurban, pemberi kurban, maupun penyelenggara kurban, sama-sama kita bersyukur bisa berada di posisi peran kita masing-masing,” pungkasnya.


















