Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM–Keberagaman seni dan tradisi khas Bumi Serasan Sekundang sukses mencuri perhatian dalam ajang Festival Seni Adat & Tradisi Tahun 2026 yang digelar di Anjungan Sumatra Selatan, Kompleks Dekranasda Jakabaring, Palembang, Sumsel, Rabu (24/6/2026).
Kehadiran Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., dalam acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumatra Selatan, H. Herman Deru, ini menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam melestarikan sekaligus mempromosikan warisan leluhur ke tingkat provinsi hingga nasional.
Pada festival tahun ini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim secara khusus menonjolkan kekayaan budaya dari tanah eksotis Bumi Tunggu Tubang, Semende. Keunikan arsitektur rumah adat yang berdiri megah di kawasan Dekranasda dipadukan secara apik dengan pameran aneka kerajinan lokal, mulai dari keindahan motif Batik Serasan, anyaman ambung yang autentik, aroma khas kopi Semende, hingga beragam kuliner tradisional yang menggugah selera.
Di antara sekian banyak daya tarik yang disuguhkan, hidangan tradisional Sayur Bawak Gulai dari Desa Tanjung Raya, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), mendadak menjadi primadona dan pusat perhatian. Kuliner sederhana ini tampil semakin berkelas setelah baru-baru ini resmi mengantongi sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, menjadikannya sebagai warisan budaya milik masyarakat Muara Enim yang sah secara hukum.
Cita rasa yang unik dan autentik dari hidangan ini bahkan berhasil memikat hati Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatra Selatan, Hj. Febrita Lustia Deru, saat melakukan peninjauan langsung ke dalam anjungan. Kuliner penghangat tubuh yang memadukan kesegaran labu siam, kacang, terong, dan jagung dalam kuah rempah gurih, ditambah dengan lauk pendamping berupa Ikan Pais khas Semende dari ikan seluang berbumbu beras halus, terbukti ampuh menjadi magnet utama yang memikat selera para pengunjung.
Daya pikat anjungan Muara Enim ternyata tidak hanya berhenti pada level regional saja, melainkan meluas hingga ke tingkat antarpulau dengan hadirnya sejumlah pejabat penting dari luar daerah. Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., bersama Wakil Bupati Wakatobi, Safia Wualo, terlihat hadir secara langsung untuk mengagumi detail arsitektur rumah adat sekaligus mencicipi langsung kelezatan kuliner tradisional Semende yang disajikan.
Plt. Bupati Muara Enim, Hj. Sumarni, menyampaikan apresiasinya antusiasme masyarakat serta berharap agar festival tahunan ini dapat menjadi etalase strategis untuk mengenalkan ragam tradisi lokal. Beliau menambahkan bahwa melalui promosi kebudayaan yang masif seperti ini, Kabupaten Muara Enim diharapkan dapat semakin dikenal luas di kancah nasional, sekaligus mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menegaskan pengakuan hukum atas kuliner lokal merupakan langkah awal dari strategi kebudayaan yang lebih besar. Beliau berharap pencapaian ini dapat memicu semangat generasi muda untuk tetap bangga dan menjaga warisan leluhur Bumi Serasan Sekundang.
“Sertifikat KIK untuk Sayur Bawak Gulai ini adalah bukti bahwa kuliner asli dari tingkat desa kita memiliki nilai historis dan legalitas yang tinggi. Kita tidak hanya sekadar ikut festival, tapi sedang membawa identitas identitas kultural Semende ke panggung yang lebih luas ke tingkat provinsi hingga kancah nasional”pungkasnya.















