Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dalam rangka mencegah dan mewaspadai trend meningkatnya kemunculan titik panas (hotspot) khususnya di wilayah Kecamatan Lawang Kidul dan sekitarnya, Polsek Lawang Kidul, Polres Muara Enim, menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di halaman Mapolsek Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra SIK MH, Kasat Narkoba Polres Muara Enim IPTU Achmad Yurico A, SE MM, Camat Lawang Kidul Zulchaidir Sidik, SSTP MSi, Kapolsek Lawang Kidul IPTU Chandra Kirana SH MH, Danramil 404-05 Tanjung Enim Kapten Inf Kamaludin, Perwakilan PT. Bukit Asam, Perwakilan PT. MME, Perwakilan PT. SBS, Perwakilan PT. BSP, Perwakilan PT. BAS, Perwakilan PT. MHP, Lurah dan Kades Se-Kecamatan Lawang Kidul, Ketua MWC NU Kecamatan Lawang Kidul, Pendeta Gereja GPIN, Romo Gereja Katolik Santo Yosep dan ormas serta perwakilan masyarakat Kecamatan Lawang Kidul.
Selain itu, Kapolres Muara Enim usai memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, juga dilakukan penyerahan Bantuan Sosial secara Simbolis kepada Masyarakat Peduli Api dan Masyarakat Kurang mampu serta meresmikan Kedai Cafe “TONG BESI” Polsek Lawang Kidul yang dilanjutkan melihat sarana dan prasarana Pelayanan di Mapolsek Lawang Kidul.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra mengatakan bahwa pada tahun 2025 lalu, di kecamatan Lawang Kidul tercatat ada 89 titik panas (hot spot). Dan pada tahun 2026, dari Januari – Agustus di kecamatan Lawang Kidul kemunculan titik hotspot sudah terpantau sebanyak 79 kali.
“Baru bulan Agustus sudah terpantau 79 kali, bagaimana jika sampai Desember nanti. Dan diprediksi oleh BMKG musim kemarau tahun ini akan lebih lama, makanya kita antisipasi salah satunya dengan melakukan sosialisasi ini,” ujar Kapolres.
Lanjut Kapolres, hotspot tersebut terpantau langsung oleh satelit. Dan di Kecamatan Lawang Kidul dan sekitarnya banyak perusahaan tambang dan perkebunan yang menjadi penyumbang titik hotspot tersebut. Untuk itu, antisipasi hal tersebut maka merupakan tugas dan kewajiban bersama.
“Kita seluruh elemen masyarakat harus kompak untuk mencegah karhutla ini, yang paling penting jika tahu ada titik panas segera dikendalikan dan kalau itu kebakaran segera dipadamkan,” tegasnya.
Dijelaskan Kapolres, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan peran aktif masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi bahaya karhutla demi menjaga keselamatan lingkungan.
“Saya minta kedepan terutama untuk pertambangan untuk mencari metode lain dalam penanganan titik hotspot khususnya di areal stock file. Sebab sayang juga jika material batubara terbakar itu bisa merugi dan mubazir,” harap Kapolres.
Sementara itu Kapolsek Lawang Kidul Iptu Chandra Kirana, mengatakan kegiatan ini dalam rangka mitigasi pencegahan Karhutla diwilayah hukum Polsek Lawang Kidul bersama-sama Forkopimcam, unsur Bhabinkamtibmas, lurah, Bhabinsa, pemdes, dan Tim Trantib, Damkar, Toga, Tomas, dan ormas serta rekan rekan Perusahaan siap mendukung pencegahan karhutla secara masif mensosialisakan kepada masyarakat khususnya yang Rawan Karhutla di Lawang Kidul.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan, lanjut Kapolsek, pihaknya bersama Unsur Tripika Kecamatan Lawang Kidul antara lain Memberikan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi Karhutla, Melaksanakan Rapat bersama dengan unsur Forkopimca sebagai bentuk kesiapan menghadapi jika terjadi karhutla dan akan direncanakan kegiatan Apel Bersama kesiapan ditingkat Kecamatan Lawang Kidul Dan Tanjung Agung di BSP. Kemudian, Melakukan Pengecekan Titik Hotspot bersama sama unsur Tiga Pilar Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Pemdes dan pihak terkait lainnya.
“Ada tiga Desa yakni Desa Keban Agung, Desa Lingga dan Desa Darmo yang rawan titik hotspost. Dan yang sering masuk Hotspot yang merupakan Area Usaha Perkebunan dan Pertambangan seperti PT.BA, PT MME, PT BSP, PT SBS, PT MHP dan lainnya,” jelasnya.
Selain Pencegahan Karhutla, sambung Kapolsek, pihaknya juga melakukan upaya-upaya preventif menjaga Kamtibmas seperti melakukan Patroli subuh Keliling (Suling), Patroli Malam dengan sasaran Remaja atau anak dibawah umur dengan menghimbau sudah berada dirumah Pukul 22.00 WIB untuk mencegah terjadinya tindak pidana 3C (Curhat, Curas dan Curanmor), balap liar, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta mengajak warga juga untuk mengaktifkan kembali sitkamling / pos Kamling.
















