Stok Beras Dipasaran Masih Aman, Kemasan 5 Kg Laku Keras

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Mengenai adanya kabar dan isu kelangkaan beras khsusinya kemasan 5 kilogram (kg) di sejumlah daerah, Pemerintah Kabupaten Muara Enim memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Bumi Serasan Sekundang saat ini masih dalam kondisi aman.

“Sebenarnya untuk kemasan 5 kg yang susah sekarang bukan dari sisi berasnya. Karena harga karungnya lebih mahal, makanya untuk kemasan 5 kg susah dicari,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim Dr Fredy Febriansyah SSTP MSi, Selasa (18/8/2026).

Fredy mengatakan sebenarnya untuk kemasan 5 kg yang susah sekarang bukan dari sisi berasnya, tetapi harga karungnya lebih mahal, makanya untuk kemasan 5 kg susah dicari. Sementara untuk beras dengan kemasan yang lebih besar, seperti 10 kg dan 20 kg, ketersediaannya masih cukup banyak.

“Stok beras di Kabupaten Muara Enim hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan dapat mudah ditemukan di pasar maupun toko-toko ritel di Kabupaten Muara Enim,” jelasnya.

Sementara itu Supervisor Divamart 1 Rahul salah satu tokoh ritel di kota Muara Enim mengatakan bahwa stok beras kemasan 5 kg di tempatnya memang tidak sebanyak beras dengan kemasan lainnya. Dalam sekali pengadaan, pihaknya rata-rata memiliki sekitar 50 karung beras kemasan 5 kg.

“Kalau untuk Divamart 1 paling banyak 50 karung untuk kemasan 5 kg,” ujarnya.

Dijelaskan Rahul, beras kemasan 5 kg memang memiliki tingkat penjualan yang cukup tinggi. Bahkan, stok yang tersedia dapat dengan cepat habis karena banyak konsumen yang memilih membeli beras dalam ukuran tersebut mungkin lebih ekonomis dan praktis bila dibandingkan dengan kemasan yang ukuran lebih besar.

“Pembelian dalam jumlah cukup banyak juga dilakukan oleh pemilik rumah makan. Dalam sekali pembelian, mereka bisa membeli dua hingga tiga karung beras kemasan 5 kg,” katanya.

Meski demikian, Rahul memastikan tidak ada kendala dalam proses distribusi beras kemasan 5 kg ke Divamart 1. Stok baru akan kembali masuk ketika persediaan sebelumnya habis. Dan pihaknya tidak menerapkan pembatasan pembelian beras kemasan 5 kg bagi konsumen.

“Siapapun boleh beli berapa pun awal selama stok tersedia,” tutupnya.

Hal senada dikatakan Arsis salah seorang pedagang kelontongan di pasar Inpres Muara Enim, untuk harga beras akhir-akhir ada kenaikan perkampilnya sekitar Rp 2000 ribu. Meski di pasaran masih banyak namun cenderung dalam pembeliannya dari agen dibatasi.

“Kalau dulu berapapun kita pesan selalu ada, tapi kalu sekarang langsung dijatahi dibagi oleh agen berasnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *