Polisi Cek Titik Nol dan Temukan Lahan Sawit Terbakar 2 Hekatare

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM- Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Muara Enim. Menindaklanjuti hasil pemantauan satelit BRIN, personel Polsek Gunung Megang melakukan pengecekan langsung terhadap titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim, Senin (7/9/2026).

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Gunung Megang AKP KMS Erwin, S.H., M.H., mengatakan pengecekan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah potensi kebakaran meluas.

“Setelah menerima informasi adanya titik panas dari hasil pemantauan satelit, personel langsung melakukan pengecekan ke titik nol koordinat. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya lahan yang terbakar,” ujar AKP KMS Erwin.

Berdasarkan informasi pemantauan satelit BRIN, titik panas tersebut terdeteksi menggunakan satelit SNPP pada Senin, 7 September 2026, pukul 01.49.24 WIB, dengan radius deteksi 1.280 meter.

Pengecekan lapangan kemudian dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai dengan titik koordinat -3.4129700, 103.7416100. Di lokasi tersebut ditemukan lahan yang terbakar dengan luas kurang lebih 2 hektare.

Dari hasil pengecekan, lahan yang terbakar diketahui merupakan lahan sawit berumur sekitar satu tahun. Sementara terkait kepemilikan lahan, petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut (lidik).

Pengecekan di lapangan dilakukan oleh Aipda Anugerah Aji P., S.H., Aipda Heri H., dan Bripda Leonardo, serta turut melibatkan pihak PT MHP, yakni Bapak Topan, Bapak Agus Alamsyah, Bapak Dedi Irawan, Bapak Arwan, Bapak Selamat, dan Bapak Lison.

Petugas melakukan sejumlah tindakan di lokasi, antara lain mendatangi titik panas atau hotspot, memastikan kondisi pada titik nol koordinat, serta melaksanakan dokumentasi terhadap kegiatan dan kondisi lahan yang terbakar.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang menyampaikan bahwa hasil pemantauan titik panas harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan agar kondisi sebenarnya dapat diketahui secara akurat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila melihat adanya asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

AKP RTM. Situmorang juga mengajak masyarakat, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi Karhutla di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Setiap informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya.

Polres Muara Enim terus berkomitmen melakukan pemantauan, pengecekan lapangan, serta langkah pencegahan guna menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *