Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim berkomitmen memperkuat tata kelola birokrasi melalui transformasi digital sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komitmen tersebut diwujudkan dengan melakukan studi kinerja penerapan pemerintahan digital ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Studi tersebut dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si. didampingi Kepala Diskominfo SP Kabupaten Muara Enim, Vivi Mariani, S.Si., M.Bmd., Apt. bersama jajaran terkait.
Rombongan Pemkab Muara Enim disambut Wali Kota Surabaya yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Surabaya, Achmad Zaini, S.Sos., M.Si., MA. dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Dr. Drs. Eddy Christijanto, M.Si., beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya.
Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), smart city, serta sistem digital terintegrasi yang telah diterapkan Pemkot Surabaya. Salah satu fokus utama studi tersebut adalah mempelajari keberhasilan Pemkot Surabaya dalam menyederhanakan ratusan sistem dan aplikasi digital menjadi dua aplikasi utama.
Kedua aplikasi tersebut yakni WargaKu, yang digunakan untuk mendukung berbagai layanan publik seperti perizinan, pengaduan, kesehatan hingga pendidikan, serta Kantorku yang diperuntukkan bagi kebutuhan administrasi internal pegawai.
Penyederhanaan sistem tersebut dinilai menjadi salah satu referensi penting bagi Pemkab Muara Enim dalam mengevaluasi dan meningkatkan penerapan SPBE di daerah.
Diketahui, Indeks SPBE Kabupaten Muara Enim pada 2025 tercatat sebesar 3,74. Sementara hasil evaluasi mandiri tahap berjalan tercatat sebesar 1,78.
Plt Bupati Muara Enim Sumarni mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam mengintegrasikan berbagai layanan digital sehingga lebih sederhana, efisien dan responsif.
“Terobosan dalam memangkas ratusan aplikasi menjadi dua pintu utama serta menghadirkan dashboard pemantauan terpadu dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan di Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.
Sumarni menegaskan, kunjungan tersebut tidak hanya sebatas studi banding, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis melalui program transfer of knowledge.
“Pemkab Muara Enim melalui Diskominfo SP akan segera mengirimkan tim teknis untuk mempelajari lebih jauh aspek teknis, regulasi hingga mekanisme pengintegrasian data yang diterapkan Pemkot Surabaya,” tegasnya.
Hasil pembelajaran tersebut nantinya akan diadaptasi dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Muara Enim.
“Penyesuaian layanan publik dan penguatan pengawasan berbasis digital diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan penerimaan PAD Kabupaten Muara Enim,” bebernya.
Selain mempelajari tata kelola pemerintahan digital, rombongan Pemkab Muara Enim juga meninjau sudut Surabaya Lokal Produk yang berada di Balai Kota Surabaya.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung strategi Pemkot Surabaya dalam melakukan pembinaan sekaligus menyediakan ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal.
“Hasil kunjungan itu diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemkab Muara Enim dalam mengembangkan produk unggulan daerah serta memperkuat ekosistem UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi dan sistem promosi yang lebih terintegrasi,” pungkasnya.


















