Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., mengajukan usulan bantuan armada pemadaman udara (water bombing) serta penambahan fasilitas sumur bor kepada pemerintah pusat dan provinsi guna mengatasi titik api penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dijangkau armada darat.
Permohonan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Penanganan Karhutla Wilayah Sumatera Selatan bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Kantor BPBD Provinsi Sumsel, Selasa (15/9).
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati menjelaskan Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama tim satgas gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat setempat telah mengupayakan pemadaman secara maksimal di lapangan. Namun, kendala geografis berupa area yang sulit ditembus jalur darat dan minimnya ketersediaan pasokan air menjadi hambatan utama personil di lapangan.
Ia memaparkan wilayah terdampak paling parah di Kabupaten Muara Enim saat ini berada di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan. Keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran kerap memaksa tim satgas darat bergerak menjangkau pasokan air hingga radius 30 kilometer dari titik api, sehingga bantuan penanganan melalui udara atau water bombing sangat krusial untuk mempercepat proses pemadaman.
Sebagai bentuk optimalisasi penanganan darat, Plt. Bupati mengungkapkan tim gabungan telah memanfaatkan inovasi cairan kimia pemadam X-fire milik Polri untuk meningkatkan efektivitas pemadaman api di area semak dan gambut. Di samping mengatasi ancaman karhutla, Pemkab Muara Enim juga memaparkan langkah antisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang dengan menyiagakan 21 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter yang disebar ke 12 desa dan kelurahan terdampak, serta mengoperasikan 38 titik sumur bor di 17 desa.
Guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang ke depan, Plt. Bupati mengusulkan tambahan bantuan berupa 4 unit mobil tangki pemadam khusus untuk suplai air penanggulangan karhutla serta pembangunan 39 titik sumur bor baru yang akan ditempatkan di kawasan desa rawan kebakaran.
Plt. Bupati menyatakan optimisme bahwa melalui dukungan sinergis serta pemenuhan usulan bantuan dari pemerintah pusat, upaya penanggulangan karhutla dan penanganan kemarau di Muara Enim dapat berjalan lebih efektif dan terukur. Ia juga mengharapkan peran aktif serta kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar demi menjaga daerah dari bahaya bencana asap.














