Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Para pengguna kendaraan yang sedang antrian Pertalite mendadak berhamburan menyelematkan diri. Pasalnya, satu unit mobil merk Mitsubishi T120SS Nopol BG 1343 W yang sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak Jenis Pertalite tiba-tiba terbakar. Beruntung pada saat kejadian tidak ada korban jiwa hanya kerugian material saja di Nozzle Nomor 7 SPBU Kepur 24.313.88, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Minggu (4/10/2026), bahwa kejadian tersebut berawal saat mobil merk Mitsubishi T120SS Nopol BG 1343 W sedang antrean melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak Jenis Pertalite di Nozzle Nomor 7 SPBU Kepur Muara Enim.
Namun tanpa sepengetahuan baik pemilik kendaraan maupun petugas SPBU, diduga tangki mobil mengalami kebocoran sehingga minyak mengalir dibawah mobil kendaraan sehingga terjadilah percikan api dan menyebabkan api membakar kendaraan hingga nyaris tinggal kerangka. Akibatnya para pemilik kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang panjang mengantri spontan berhamburan menyelamatkan diri takut terjadi ledakan dan menyambar kendaraan mereka.
Melihat hal tersebut, para petugas SPBU dengan sigap langsung melakukan upacara pemadaman dengan menggunakan Alat Pemadam Ringan (APAR) sehingga api tidak meluas dan bisa dipadamkan sekitar 15 menit kemudian.
Tidak lama kemudian, aparat dari Polres Muara Enim, melakukan olah TKP dan memberikan garis Police Line serta mengamankan barang bukti kendaraan roda empat yang terbakar ke Mapolres Muara Enim untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Reskrim AKP Andrian didampingi Kasi Humas Kompol RTM Situmorang, membenarkan adanya kejadian tersebut, dan saat ini, pidaknya sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut.
“Kami telah mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi. Untuk sopir mobil yang terbakar melarikan diri,” ujar Kasat Reskrim.
Dikatakan AKP Andrian, dari hasil rekaman CCTV yang didapat pada saat sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak Jenis Pertalite di Nozzle Nomor 7 SPBU Kepur, terlihat adanya kebocoran Bahan Bakar Minyak yang mengalir di bawah mobil tersebut.
“Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap Operator yang melakukan pengisian saat itu, keterangan Admin pengawas SPBU dan lainnya. Intinya kita belum bisa menyimpulkan sebab masih mengumpulkan bukti dan saksi dahulu,” ujarnya.
Sementara itu menurut Pengawas SPBU Kepur Sodia, bahwa pada saat kejadian karyawannya langsung melakukan tindakan pemadaman api dengan menggunakan APAR. Dan pada saat proses pemadaman sempat terdengar suara ledakan sehingga karyawannya menjaga jarak saat melakukan pemadaman.
“Saat terbakar karyawan dan pengisi BBM pada ketakutan, namun beruntung karyawan cepat melakukan pemadaman,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, lanjut Sodia, untuk sementara itu di pengisian Bahan Bakar Minyak Jenis Pertalite di Nozzle Nomor 7 tersebut belum bisa digunakan selain masih di police line, juga pihaknya masih menunggu petunjuk dari pihak Pertamina.
“Untuk sementara ini BBM jenis Pertalite kita hentikan sambil menunggu petunjuk dari Pertamina,” ujarnya singkat.













