Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, terus meluas dan diperkirakan telah berdampak pada lahan seluas 30 hektare.
“Hingga Senin 12 Oktobet 2026, api dilaporkan masih menyala disertai asap tebal dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ujar Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim Abdurrozieq Putra, Selasa (13/10/2026).
Menurut Abdurrozieq, bahwa kebakaran tersebut diketahui pada pukul 10.11 WIB setelah pihaknya menerima laporan dari warga setempat. Menindaklanjuti laporan itu, personel Posko Karhutla BPBD Kecamatan Gelumbang langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, luasnya area terdampak membuat upaya penanganan masih terus dilakukan.
“Dari laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Muara Enim, area yang berhasil dipadamkan baru sekitar 0,5 hektare dari total lahan yang diperkirakan terdampak seluas 30 hektare,” jelasnya.
Lanjut Abdurrozieq, dalam penanganan tersebut, BPBD mengerahkan tujuh personel Posko Karhutla Gelumbang dengan dukungan tiga tim anggota Manggala Agni. Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan menggunakan mobil suplai air, mesin pompa, selang, nosel, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Meski upaya pemadaman telah dilakukan, api masih menyala hingga malam hari. Kondisi yang semakin gelap dan terbatasnya jarak pandang membuat petugas tidak dapat melanjutkan pemadaman secara efektif. Tim kemudian kembali ke posko dan dijadwalkan melanjutkan upaya pemadaman pada Selasa 13 Oktober 2026.
“Penanganan lanjutan diperlukan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya,” bebernya.
Hingga laporan terakhir, kata Abdurrozieq, pemilik lahan dan penyebab kebakaran masih belum diketahui. Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya karhutla,” tegasnya.
Abdurrozieq mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di wilayahnya.













