Muara Enim Komitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Pemerintah Kabupaten Muara Enim menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) secara berkelanjutan. Terbukti, realisasi penurunan emisi karbon di Kabupaten Muara Enim pada 2025 mencapai 2,28 juta ton, melampaui target yang telah ditetapkan.

Komitmen tersebut ditegaskan Plt Bupati Muara Enim Hj Sumarni, di sela-sela mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Daerah dalam Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan Pembangunan Rendah Karbon Regional Jawa dan Sumatera di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia Ir. Mohammad Jumhur Hidayat.

Sumarni menjelaskan, Pemkab Muara Enim telah menetapkan target penurunan emisi karbon secara bertahap, mulai dari 1,66 juta ton pada 2025, meningkat menjadi 1,78 juta ton pada 2026, kemudian 1,91 juta ton pada 2027, 2,05 juta ton pada 2028, hingga mencapai 2,19 juta ton pada 2029.

“Namun, realisasi pada 2025 menunjukkan capaian yang melampaui target, dengan penurunan emisi mencapai 2,28 juta ton,” jelas Sumarni.

Lanjut Plt Bupati, tren positif tersebut juga berlanjut pada 2026. Hingga triwulan III atau September, penurunan emisi tercatat mencapai 1,49 juta ton dari target tahunan sebesar 1,78 juta ton. Capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai aksi mitigasi lingkungan yang dilakukan lintas sektor.
Masih dikatakan Sumarni, adapun upaya itu meliputi pemanfaatan energi bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), penggunaan bahan bakar ramah lingkungan berupa biosolar pada sektor industri dan alat berat, penanaman pohon, serta pengelolaan sampah secara mandiri melalui daur ulang dan pengomposan.

“Selain memperkuat berbagai aksi mitigasi tersebut, Kabupaten Muara Enim juga menyatakan kesiapannya menjadi salah satu daerah penyokong utama pengembangan bioetanol nasional sebagai langkah konkret mendukung percepatan penurunan emisi gas rumah kaca,” tegas Sumarni.

Sumarni mengungkapkan, kesiapan ini didukung potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah, sehingga pemanfaatannya untuk sektor industri dan energi diharapkan dapat berjalan selaras dengan prinsip pembangunan rendah karbon dan berwawasan lingkungan.

“Kami siap menjalankan arahan Menteri Lingkungan Hidup untuk memperkuat pembangunan rendah karbon dan nilai ekonomi karbon di daerah. Hasil nyata telah terbukti, di mana Muara Enim berhasil menekan emisi karbon hingga 2,28 juta ton pada 2025 dan berlanjut 1,49 juta ton hingga triwulan III 2026,” ujar Sumarni.

Ia menambahkan, capaian tersebut akan terus didorong agar tidak hanya memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui penguatan pembangunan rendah karbon dan penerapan nilai ekonomi karbon, Pemkab Muara Enim berharap upaya pengendalian emisi dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *