Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pemerintah Kabupaten Muara Enim mendapatkan tambahan amunisi besar dalam penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan tahun 2026. Melalui rapat terbatas yang digelar bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Senin (26/10/2026), Kabupaten Muara Enim resmi menerima kucuran dana bantuan khusus sebesar Rp 10 miliar langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Bantuan dana segar tersebut merupakan bagian dari alokasi tahap kedua senilai total Rp 100 miliar yang disalurkan pemerintah pusat bagi daerah-daerah terdampak Karhutla di tanah air.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas respons cepat dan kepedulian nyata terhadap kondisi di daerah,” ujar Plt. Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., Selasa (27/10/2026).
Plt. Bupati Muara Enim membeberkan wilayahnya menghadapi tantangan serius sepanjang 1 Januari hingga 24 Oktober 2026. Tercatat luas karhutla mencapai 983 hektare dengan 9.868 titik api yang tersebar di 236 kejadian, di mana konsentrasi hotspot terbanyak berada di Kecamatan Gelumbang (37%), Sungai Rotan (17%), Muara Belida (13,8%), serta Lawang Kidul (12,5%).
Lebih lanjut, Plt. Bupati mengungkapkan upaya pemadaman maksimal yang dilakukan tim di lapangan kerap terkendala oleh faktor geografis dan teknis. Tim gabungan sering kali kesulitan mendapatkan sumber air bersih, menjangkau akses lokasi yang terlalu jauh, serta terhalang oleh kondisi peralatan yang tidak bisa masuk ke titik api akibat sinyal komunikasi yang terputus.
Atas kendala-kendala berat tersebut, Plt. Bupati memastikan kucuran dana Rp10 miliar dari Presiden akan dialokasikan secara optimal untuk memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan. Dirinya menegaskan, dana tersebut sangat krusial untuk memenuhi usulan penambahan 21 unit armada mobil tangki air serta pembangunan 38 titik sumur bor baru di wilayah-wilayah yang paling rawan kekeringan dan titik api.
Plt Bupati menegaskan, meski saat ini sebagian wilayah Sumatera Selatan sudah mulai dilanda hujan dan kualitas udara masyarakat masih berstatus tidak sehat, upaya pemadaman dan pencegahan tidak akan dikendorkan. Pemkab Muara Enim bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat akan terus bahu-membahu menyisir lapangan melalui kelanjutan monitoring, patroli darat dan udara, hingga kondisi benar-benar aman terendali.












