Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Potensi komoditas pertanian di Kabupaten Muara Enim terus menunjukkan taji di kancah global. Daun nanas yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian di Kecamatan Kelekar, kini berhasil disulap menjadi serat benang bernilai ekonomi tinggi yang membidik pasar ekspor internasional.
Pengembangan potensi lokal tersebut terlihat saat Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., meninjau langsung sentra pengolahan serat nanas di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, di sela-sela agenda kunjungan kerja reses Anggota DPR RI, H. Wahyu Sanjaya, bersama Anggota DPD RI, Hjh. Eva Susanti, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyaksikan secara langsung alur produksi pengolahan daun nanas segar hingga menjadi serat benang setengah jadi.
“Pemkab Muara Enim sangat mengapresiasi inovasi para petani lokal dan akan berkomitmen Pemkab Muara Enim untuk memfokuskan Desa Menanti sebagai sentra produksi serat nanas berkualitas ekspor,” ujar Plt Bupati Muara Enim Sumarni.
Menurut Sumarni, peluang pasar bagi produk turunan nanas dari Kelekar ini dinilai sangat terbuka lebar di tingkat global. Sejumlah negara di kawasan Asia, Eropa, hingga Timur Tengah, seperti Cina dan Jepang, dilaporkan telah menyatakan ketertarikan mereka untuk menampung pasokan serat nanas dari Kabupaten Muara Enim.
Meski skala produksi yang berjalan saat ini masih relatif kecil, Pemkab Muara Enim bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mendampingi serta meningkatkan kapasitas produksi para perajin. Kesiapan kualitas dan kuantitas bahan baku menjadi kunci utama agar serat nanas dari Desa Menanti mampu memenuhi standar ketat pasar internasional secara berkelanjutan.
Langkah strategis ini, lanjut Sumarni, diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi desa, tetapi juga memotivasi daerah lain di Muara Enim dalam memanfaat limbah pertanian menjadi produk unggulan bernilai tambah tinggi.
“Dengan dukungan dari jajaran DPR RI dan DPD RI pun diyakini bakal mempercepat penguatan infrastruktur serta perluasan jaringan pemasaran produk lokal ini di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Sumarni.
Hal senada dikatakan anggota DPR RI H. Wahyu Sanjaya menyatakan dukungannya terhadap pengembangan industri kreatif berbasis potensi daerah ini. Pihaknya siap mendorong penguatan regulasi serta alokasi dukungan dari pemerintah pusat agar produk komoditas lokal Muara Enim mampu bersaing dan memenuhi standar industri manufaktur internasional.
Menurutnya keterlibatan aktif Pemkab Muara Enim bersama DPR RI dan DPD RI diyakini mampu mempercepat pembinaan perajin, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan akses pasar global secara berkelanjutan.












