Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Warga lingkungan Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, mendadak heboh. Pasalnya, Pasalnya, salah satu penghuni kontrakan bernama Melia Putri (20) warga Kelurahan Muara Enim, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (12/5/2025).
Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang, mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal sekitar pukul 12.30 WIB, korban bersama temannya bernama Tania Marcela sedang berada di dalam kamar di rumah bedeng milik Haidir.
Pada saat itu, temannya (Tania,red) melihat korban sedang berkomunikasi lewat HP dengan seseorang dengan bernada emosi dan marah, namun karena mengantuk akhirnya ia tinggal tidur di kamar.
Sekitar pukul 14.45 WIB, saksi Tania terbangun dan hendak ke toilet di dalam rumah bedeng tersbut dan pada saat melihat ke arah pintu depan, betapa terkejutnya karena ia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di terali besi jendela depan bagian dalam rumah bedeng. Melihat hal tersebut saksi sontak berteriak dan keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar.
Kemudian sekitar pukul 15.15 WIB, anggota SPKT dan piket fungsi Polres Muara Enim mendatangi TKP dan langsung mengamankan TKP serta olah TKP, dan mengevakuasi korban dengan menggunakan mobil jenazah RSUD HM. Rabain Muara Enim dengan dibawa ke kamar mayat RSUD HM. Rabain untuk dilakukan visum luar.
“Anggota kita telah mendatangi dan olah TKP, mencatat dan meminta keterangan para saksi, Dokumentasi, Memasang Police Line, Mengevakuasi mayat korban dan membawa ke RSUD HM Rabain dan keluarga korban,” ujarnya.
Masih dikatakan Kasi Humas, dari hasil visum, korban meninggal dunia diduga karena gantung diri dan secara kasat mata tidak ditemukan tanda kekerasan pada jenazah korban.
Pada saat ditemukan, posisi korban tergantung di terali jendela depan bagian dalam bedeng dengan menggunakan kain selendang warna ungu terikat di leher, lidah tegigit sedikit, mengeluarkan air liur dari mulutnya.
Kedua tangan dalam keadaan mengepal dan terdapat media kursi plastik warna Cokelat disekitar mayat dengan jarak antara kaki ke lantai sekitar 20 cm. Lalu pada saat di evakuasi kondisi badan lemas dan masih hangat. Saat ini, korban sudah dibawa oleh keluarga dan di semayamkan.


















