Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Rapat Paripurna XII DPRD Kabupaten Muara Enim masa Sidang ke-3 Rapat ke-2 dengan Agenda Penyampaian Pemandangan Umum Anggota Dewan atas nama Fraksi- Fraksi Dewan terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 diwarnai listrik padam.
Akibatnya sangat menganggu proses dan fokus peserta sidang terutama saat anggota dewan menyampaikan pandangan fraksi-fraksi sehingga fraksi-fraksi banyak memilih hanya menyerahkan laporan secara tertulis dan memilih tidak membacakannya di gedung DPRD Kabupaten Muara Enim, Kamis (18/9/2025).
Dalam rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Eddy Deddy Arianto Sutopo SPd, turut hadir Bupati Muara Enim H Edison, Sekda Ir Yulius MSi, Fokopimda, Staf Ahli, Asisten, para OPD dan Camat.
Dan padamnya listrik tersebut ditengah-tengah kegiatan rapat dan sampai rapat berakhir aliran listrik tetap padam. Padahal menurut pihak Sekretariat Dewan sebelumnya mereka selalu berkoordinasi dengan pihak PLN untuk tidak melakukan pemadaman listrik setiap ada kegiatan agenda penting di DPRD Muara Enim.
Sekretaris DPRD Muara Enim Drs Edi Susanto MM, mengaku sangat menyesalkan terjadinya pemadaman listrik, dimana sedang berlangsungnya rapat paripurna. Padahal, pihaknya telah melayangkan surat kepada pihak PT PLN Ranting Muara Enim untuk monitoring dan tidak ada pemutusan arus listrik wilayah Islamic Center dan gedung DPRD Muara Enim.
“Kami sudah menyurati untuk antisipasi sebab generator listrik (Genset) milik kami sedang mengalami kerusakan,” pungkasnya.
Anggota DPRD Muara Enim dari Fraksi PAN Yones Tober ST SH MH, juga mengaku sangat menyesalkan terjadinya pemadaman listrik disaat rapat paripurna berlangsung.
“Ini (Paripurna) rapat resmi antara legislatif dan eksekutif membahas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Padahal, pihak keseketariat dewan sudah memberitahukan kepada PLN untuk tidak ada pemadaman selama rapat berlangsung,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Muara Enim H Edison, mengatakan padamnya aliran listrik padam ditengah berlangsungnya sidang rapat paripurna ini menjadi koreksi kedepan supaya tidak terulang kembali.
“Namanya musibah kita harap maklum. Paling tidak kita akan menyiapkan genset yang harus tersedia (Standby), sebetulnya genset sudah ada namun ada masalah dan ABT sudah dianggarkan untuk pembelanjaan genset yang baru,” terangnya.












