Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palembang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 di Grand Atiyasa Convention Center Palembang, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bagi organisasi pengusaha muda tersebut untuk merumuskan program kerja strategis sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Palembang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Palembang, Peby Anggi Pratama, S.H., M.Kn., mengatakan Rakercab menjadi forum penting untuk menyusun berbagai gagasan dan strategi dalam mewujudkan program-program organisasi yang selaras dengan visi pembangunan Kota Palembang.
“Kami ingin mewujudkan Palembang Berdaya, Palembang Berjaya, HIPMI Berdaya, dan ekonomi yang berdampak. Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Kota Palembang menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Menurut Peby, HIPMI tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha anggotanya, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di kalangan pengusaha muda.
Ia berharap para anggota HIPMI memiliki jiwa sosial yang tinggi, peduli terhadap lingkungan, serta aktif bergotong royong bersama masyarakat demi menciptakan iklim ekonomi yang semakin baik.
Sejumlah program telah dan akan terus dijalankan HIPMI Palembang, mulai dari pasar murah, pelatihan kewirausahaan, business matching, hingga forum berbagi pengalaman bisnis yang menghadirkan narasumber dari tingkat lokal maupun nasional. Program-program tersebut diharapkan mampu membuka akses usaha anggota hingga ke pasar nasional dan internasional.
Saat ini HIPMI Kota Palembang memiliki 166 anggota dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. Peby menegaskan, para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI memiliki komitmen untuk turut membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Masih ada sekitar dua tahun dua bulan masa bakti kepengurusan kami. Waktu yang cukup panjang untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, HIPMI Palembang memiliki 12 bidang yang masing-masing menjalankan program sesuai fokusnya, seperti pelatihan, sosialisasi, hingga praktik bisnis bagi generasi muda yang ingin menjadi wirausaha. Bidang-bidang tersebut mencakup sektor perbankan, ekonomi kreatif, olahraga, dan berbagai sektor strategis lainnya.
Peby juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kota Palembang yang mencapai 5,91 persen. Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan maupun nasional.
“Kami optimistis HIPMI turut mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut melalui berbagai aktivitas usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, Peby berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah antisipatif agar dampaknya terhadap dunia usaha dan masyarakat tidak terlalu besar.Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para pengusaha muda yang belum bergabung dengan HIPMI untuk menjadi bagian dari organisasi tersebut.
“Bagi yang sudah bergabung, mari terus memberikan dampak positif. Bagi yang belum, kami terbuka untuk bergabung dan berkembang bersama melalui HIPMI Kota Palembang,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palembang, Ir. H. Akhmad Bastari, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., yang hadir mewakili Pemerintah Kota Palembang, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif para pelaku usaha.


















