Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-YBH SSB Sumsel mempertanyakan lambatnya penanganan kasus pengeroyokan oleh tujuh orang tidak dikenal pada dua orang kliennya, yang menyebabkan luka benda tajam dan benda tumpul. Mereka mengharapkan polisi segera menindak dan menangkap para terduga pelaku.
Hal itu dikatakan kuasa hukum korban dari YBH SSB Sumsel, Chandra S Wijaya, SH dalam rilisnya jumat (19/12/2025). Menurut dia, Hingga saat ini, proses penegakan hukum atas Laporan Polisi Nomor: LP/B/831/XI/2025/SPKT/POLSEK ILIR BARAT I/POLRESTABES PALEMBANG/POLDA SUMATERA SELATAN dinilai berjalan lamban dan tidak menunjukkan kepastian hukum.
“Padahal, peristiwa yang dilaporkan merupakan tindak pidana serius berupa pengeroyokan dan pembacokan yang mengakibatkan korban mengalami luka berat serta trauma fisik dan psikis,” kata Chandra.
Sejak laporan tersebut dibuat, kata Chandra, korban dan keluarga telah bersikap kooperatif dengan memenuhi seluruh panggilan, memberikan keterangan, menyerahkan alat bukti, serta menghadirkan saksi-saksi yang mengetahui secara langsung kejadian tersebut. Namun demikian, hingga waktu yang cukup lama berlalu, para terduga pelaku belum juga dilakukan penangkapan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terkait profesionalitas dan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini.
“Keterlambatan proses hukum ini tidak hanya mencederai rasa keadilan korban, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketakutan, tekanan psikologis, serta rasa tidak aman karena para pelaku masih bebas berkeliaran. Kondisi tersebut berisiko menghambat proses penyidikan, termasuk potensi penghilangan barang bukti, intimidasi terhadap saksi, dan pengulangan tindak pidana,” tegas dia.
Negara melalui aparat kepolisian seharusnya hadir untuk memberikan perlindungan hukum, kepastian hukum, dan keadilan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang. Lambatnya penanganan perkara ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum dan menciptakan preseden buruk dalam upaya pemberantasan tindak kekerasan di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, korban dan masyarakat mendesak agar aparat kepolisian segera bertindak tegas, melakukan penangkapan terhadap para pelaku, serta mempercepat proses penyidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel, demi tegaknya hukum dan terwujudnya keadilan yang sesungguhnya,” pungkas dia.











