Pengukuhan Dua Guru Besar Polsri, Langkah Strategis Cetak SDM Unggul Berbasis Riset

Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Politeknik Negeri Sriwijaya kembali menorehkan capaian penting di dunia akademik dengan mengukuhkan dua guru besar baru, Selasa (21/4/2026). Pengukuhan ini diharapkan menjadi penguat dalam mencetak lulusan unggul yang siap bersaing di dunia usaha dan industri.

Dua akademisi yang dikukuhkan tersebut adalah Tresna Dewi sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Sistem Kendali Cerdas pada Jurusan Teknik Elektro, serta Muhammad Yerizan sebagai Guru Besar di bidang Energi dan Lingkungan pada Jurusan Teknik Kimia, Program Studi Teknologi Kimia Industri.

Direktur Polsri, Irawan Rusnadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar guru besar merupakan pencapaian akademik tertinggi yang mencerminkan dedikasi, integritas, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap amanah ini dapat terus menginspirasi, melahirkan inovasi, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan generasi masa depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seorang guru besar memiliki tanggung jawab strategis, tidak hanya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing mahasiswa, meningkatkan mutu pendidikan, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat melalui riset yang aplikatif.

Dengan bertambahnya guru besar, Polsri diharapkan semakin memperkuat peran sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan kompetitif di dunia kerja dan industri.

“Ke depan, kami mendorong seluruh akademisi untuk semakin aktif melakukan penelitian dan inovasi guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap capaian ini menjadi titik awal lahirnya berbagai terobosan baru, khususnya dalam pengembangan teknologi yang mendukung industri berbasis energi terbarukan dan berkelanjutan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Tresna Dewi mengangkat tema “Intelligent Control Systems for Agrivoltaic Engineering: Smart Energy for Sustainable Farming.” Ia menyoroti tantangan utama dalam pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi fotovoltaik (PV), yang memiliki sifat fluktuatif.

Menurutnya, variabilitas energi PV akibat dinamika atmosfer seperti perubahan awan, suhu, dan intensitas radiasi matahari menjadi faktor yang memengaruhi kestabilan output energi. Hal ini berdampak langsung pada performa sistem, terutama pada aplikasi agrivoltaik dan akuaponik yang sangat bergantung pada kontinuitas suplai energi.

“Fenomena intermittency pada sistem PV menjadi tantangan utama dalam menjamin keandalan energi, khususnya di wilayah tropis yang memiliki variabilitas cuaca tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan sistem kendali cerdas menjadi solusi strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus mendukung sektor pertanian berkelanjutan berbasis teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *