Golkar Muara Enim Optimistis Rebut Kursi Legislatif dan Eksekutif

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Muara Enim, H. Adriansyah resmi dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim periode

Masa Bakti 2025-2030 dengan membawa agenda besar akan mengembalikan masa kejayaan Partai Golkar di bumi Serasan Sekundang dengan meraih 11 kursi dari 45 kursi yang diperebutkan di DPRD Kabupaten Muara Enim.

“Target kita ke depan adalah meraih 11 kursi. Kita tentu ingin mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Muara Enim merebut kursi legislatif dan eksekutif. Kita punya sejarah pernah mendapatkan 16 kursi. Itu menjadi motivasi bagi kita untuk kembali membangun kekuatan partai,” ujar H. Adriansyah, Jumat (18/9/2026) malam.

Menurut Adriansyah, target tersebut 11 kursi tersebut bukanlah hal yang mustahil sebab Golkar di Muara Enim pernah mendapatkan 16 kursi di legislatif. Untuk itu, dirinya bertekad akan membenahi konsolidasi organisasi, memperkuat kaderisasi, dan mengembalikan Partai Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Bumi Serasan Sekundang.

Untuk mengejar target tersebut, lanjut Adriansyah, ia menegaskan bahwa Golkar tidak boleh hanya bergerak ketika momentum pemilu tiba. Konsolidasi organisasi harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Sebab kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi di parlemen, tetapi juga oleh seberapa kuat struktur organisasi bekerja dan seberapa dekat kader dengan masyarakat.

“Panji-panji Partai Golkar harus berkibar di seluruh wilayah Muara Enim. Kita akan turun ke bawah, melakukan konsolidasi dan membangun kembali kekuatan partai bersama seluruh kader,” tegasnya.

Dan untuk memperkuat mesin Golkar, sambung Adriansyah, pihaknya akan melakukan regenerasi kader untuk memperkuat konsolidasi struktur partai secara luas. Untuk itu, Partai Golkar membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk bergabung, belajar berorganisasi, sekaligus mempersiapkan diri menjadi kader dan calon pemimpin masa depan.

“Kita akan mencari dan mengajak kader-kader muda. Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berproses, belajar berorganisasi dan menjadi bagian dari masa depan Partai Golkar Muara Enim,” katanya.

Menurut Adriansyah, regenerasi bukan sekadar menambah jumlah kader. Lebih dari itu, regenerasi harus melahirkan kader yang memiliki kemampuan organisasi, memahami persoalan masyarakat, serta siap mengambil tanggung jawab politik dan sosial. Dan juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang saling melengkapi antara kader senior dan generasi muda.

“Kader-kader muda nantinya jangan hanya menjadi pelengkap struktur. Mereka harus dipersiapkan untuk tampil sebagai calon pemimpin dan wakil rakyat di masa mendatang,” ujarnya.

Kemudian, pasca-Musda, Adriansyah menegaskan tidak boleh ada lagi sekat maupun kelompok-kelompok di internal Partai Golkar Muara Enim.

Seluruh kader harus mengakhiri perbedaan yang muncul dalam dinamika organisasi dan kembali menyatukan langkah untuk membesarkan partai.

Sebab soliditas internal merupakan modal penting untuk menghadapi agenda politik mendatang. Karena itu, seluruh kader diminta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.
Adriansyah juga menegaskan bahwa keberadaan Golkar di tengah masyarakat harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan hanya melalui baliho, struktur organisasi atau perolehan kursi di parlemen.

“Kita tidak hanya ingin membesarkan partai di atas kertas. Kita ingin Golkar hadir di tengah masyarakat, panji-panji Golkar berkibar di seluruh penjuru Muara Enim, dan kader-kader terbaik kita siap bekerja untuk masyarakat,” ungkapnya.

Bagi Golkar Muara Enim, target tersebut bukan hanya soal menambah jumlah kursi. Ia menjadi simbol ambisi untuk menghidupkan kembali mesin organisasi dan merebut kembali kekuatan politik baik legislatif maupun eksekutif yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah Partai Golkar di Bumi Serasan Sekundang.

“Kita pernah memegang kekuasaan legislatif dan eksekutif. Dan saatnya kita kembalikan kejayaan tersebut untuk membangun Kabupaten Muara Enim,” pungkasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie, S.E., M.M., menegaskan bahwa Musda bukan semata-mata soal siapa yang terpilih menjadi ketua, tetapi juga bagaimana seluruh kader dapat tetap bersatu setelah proses organisasi selesai.

“Yang menang bukan perorangan, tapi Partai Golkar. Karena itu, kami mengajak seluruh kader di Kabupaten Muara Enim tetap rapatkan barisan, saling menghormati dan merangkul,” tegasnya.

Ia meminta ketua terpilih tidak meninggalkan kader yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan dalam Musda. Sebab erbedaan pandangan dalam forum organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah Musda seluruh kader harus kembali bersatu dan membangun organisasi.

Ia juga meminta kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi, memperkuat struktur organisasi serta menghidupkan mesin Partai Golkar hingga tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.

“Ukuran keberhasilan Partai Golkar bukan hanya kuat struktur, tapi juga besar manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Muara Enim. Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat peran Partai Golkar dalam pembangunan di Kabupaten Muara Enim.

“Insya Allah momentum ini akan menjadi tonggak sejarah yang semakin mengokohkan peran Partai Golkar dalam pembangunan di Bumi Serasan Sekundang,” ujar Sumarni.

Menurutnya, Partai Golkar merupakan salah satu bagian penting dari partai pengusung pasangan kepala daerah periode 2025-2030. Karena itu, hubungan pemerintah daerah dengan Partai Golkar diharapkan tidak sebatas hubungan formal, melainkan menjadi kemitraan strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Partai Golkar adalah salah satu partai pengusung yang sudah berhasil menghantarkan kami menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah,” katanya.

Sumarni juga mengapresiasi dukungan Partai Golkar melalui legislatif dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah daerah, mulai dari bidang infrastruktur, peningkatan ekonomi daerah hingga tata kelola pemerintahan.

Ia mengajak Partai Golkar untuk terus berjalan bersama Pemkab Muara Enim dalam mengawal realisasi program-program strategis pemerintah daerah.

“Stabilitas politik adalah syarat mutlak bagi berkelanjutannya roda pembangunan dan pelayanan publik. Saya mengapresiasi Partai Golkar yang selama ini senantiasa konsisten menjaga iklim politik yang sejuk dan kondusif di Kabupaten Muara Enim,” ungkapnya.

Sumarni juga menyoroti proses Musda yang hanya menghadirkan satu calon ketua. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya kekompakan dan solidaritas di internal Partai Golkar Muara Enim.

“Insya Allah hari ini akan lahir pemimpin Golkar yang bukan hanya meningkatkan kursi di tingkat legislatif, namun akan berhasil untuk kursi eksekutif di tahun-tahun mendatang,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *