Persoalan konflik lahan dan pertanahan ternyata tidak hanya berurusan antara petani dan industry. Bahkan lebih luas lagi, konflik ini bahkan menyentuh urusan perkotaan dan Pembangunan berkelanjutan yang sedang digagas oleh pemerintah RI. Kondisi ini seharusnya tidak bisa di biarkan dan berlarut, karena akan terus terjadi bahkan dapat memicu persoalan social lebih besar lagi.
Sebab, sekecil apapun lahan tanah tetap dinilai berharga dan dapat digunakan oleh rakyat. Karena jumlah penduduk yang semakin banyak menuntut lahan dan pemukiman yang layak. Akademisi Hukum Sumsel, Dr. H. Suharyono,SH.,MH menilai, semakin pesatnya Pembangunan di Sumsel membuat harga lahan dan tanah menjadi kian tinggi. Harga yang melambung membuat konflik antar Masyarakat menjadi-jadi, tidak heran banyak yang saling klaim hak kepemlikan tanah. Belum lagi saat terjadi Pembangunan mega proyek pemerintah, semua berlomba-lomba mengklaim lahan, hingga terjadi konflik yang brutal.
Saksikan selengkapnya di Lentera Viral Demokrasi hanya di Youtube!!!











