Bupati Edison Tekankan Kemampuan Komunikasi Nakes Layani Masyarakat

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Sektor kesehatan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Untuk itu, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari ketersediaan fasilitas dan kompetensi medis, tetapi juga dari kemampuan komunikasi tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

Hal itu ditekankan Bupati saat membuka Diklat Komunikasi dalam Pelayanan Publik bagi SDM Kesehatan di RSUD dan Puskesmas Kabupaten Muara Enim Tahun 2025, di Hotel Griya Serasan, Selasa 4 November 2025.

Hadir dalam kesempatan itu, antara lain Forkopimda Muara Enim, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Sumsel, Kepala OPD, Pimpinan UPT Puskesmas se-Kabupaten Muara Enim dan para Peserta Diklat.

Bupati mengatakan, komunikasi yang efektif, empatik, dan humanis menjadi kunci kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan.

Oleh karena itu, dirinya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan diklat ini.

“Pelatihan ini merupakan upaya strategis dalam peningkatan kapasitas SDM kesehatan, agar tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga unggul dalam membangun hubungan interpersonal yang baik dengan pasien dan masyarakat luas,” ujar Edison.

Lebih lanjut, Edison mengungkapkan, selama beberapa waktu terakhir, dirinya menerima sejumlah masukan dari masyarakat terkait mutu pelayanan di fasilitas kesehatan, baik RSUD maupun Puskesmas.

“Banyak keluhan yang muncul, seperti petugas yang kurang ramah atau tidak responsif dan komunikasi yang kaku atau bersifat instruksi sepihak,” ungkapnya.

Selain itu, pasien merasa tidak didengar atau tidak diberi penjelasan yang memadai, serta kurangnya empati dalam menghadapi pasien yang sedang dalam kondisi sulit atau panik.

“Hingga masalah misinformasi atau komunikasi yang tidak jelas sehingga menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan,” bebernya.

Menurut Edison, permasalahan-permasalahan ini bukan semata-mata karena kurangnya niat baik dari petugas, tapi kurangnya pelatihan yang tepat dalam aspek komunikasi interpersonal, etika pelayanan, dan pendekatan humanis.

“Karena komunikasi bukan sekadar menyampaikan, tapi juga menyentuh hati,” tuturnya.

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang itu berharap, melalui pelatihan ini para tenaga kesehatan dapat menyadari pentingnya komunikasi sebagai bagian integral dari pelayanan.

“Tingkatkan keterampilan dalam berkomunikasi secara efektif, ramah, dan empatik, serta bentuk budaya pelayanan yang lebih berorientasi pada kenyamanan, kejelasan, dan kepuasan masyarakat,” harapnya.

Dirinya pun menegaskan pelayanan yang profesional haruslah dibarengi dengan sikap humanis dan komunikasi yang baik.

“Terlebih di sektor kesehatan yang sangat krusial dan menyangkut nyawa serta kondisi psikologis pasien,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

“Saya percaya, dengan SDM yang berkualitas dan berorientasi pada pelayanan prima, kita dapat mewujudkan Muara Enim bangkit rakyat sejahtera maju dan berkelanjutan (MEMBARA),” pungkasnya.

Adapun pelatihan pelayanan publik bagi SDM Kesehatan yang digelar selama 4 hari ini diikuti oleh 60 tenaga kesehatan RSUD dan Puskesmas.

Narasumber dalam kegiatan berasal dari Balai Pelatihan Kesehatan Sumsel, Dinas Kesehatan Sumsel, Dinas Kesehatan Muara Enim, Polres Muara Enim dan RSMH Palembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *