Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Kabupaten Muara Enim dalam penganugerahan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2025. Pasalnya, sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Muara Enim berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional dan Mandiri sekaligus menjadikan sebagai penerima terbanyak di Sumatera Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Sasono TMII Jakarta, Kamis (11/12/2025) turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, beserta perwakilan sekolah Kabupaten Muara Enim yang meraih penghargaan Adiwiyata tahun 2025.
Pemberian Penghargaan Adiwiyata Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) merupakan bentuk apresiasi kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil membangun budaya peduli lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan. Dan pada tahun 2025, KLH memberikan penghargaan kepada 979 sekolah di seluruh Indonesia yang terdiri dari 258 Sekolah Adiwiyata Mandiri dari 21 provinsi dan 721 Sekolah Adiwiyata Nasional dari 31 provinsi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Drs. H. Rusdi Hairullah mengatakan Minggu (14/12/2025), bahwa Kabupaten Muara Enim kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan berwawasan lingkungan dengan menjadi daerah dengan penerima penghargaan Adiwiyata terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2025.
Dari 13 Sekolah Adiwiyata Nasional di Sumatera Selatan, 6 sekolah berasal dari Kabupaten Muara Enim, yaitu SDN 11 Lawang Kidul, SDN 13 Tanjung Agung, SDN 8 Lawang Kidul, SDN 11 Tanjung Agung, SDN 2 Lawang Kidul dan MAN 1 Muara Enim.
Lanjut, Rusdi bahwa sebagai bentuk pengakuan tertinggi dalam program Adiwiyata, 6 sekolah dari Kabupaten Muara Enim berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri tahun 2025 yaitu SDN 12 Tanjung Agung, SDN 7 Lawang Kidul, SDN 21 Lawang Kidul, SDN 1 Lawang Kidul, SDN 17 Lawang Kidul, dan SMPN 2 Lawang Kidul.
Lebih lanjut Rusdi menerangkan bahwa, penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang tidak hanya berhasil menerapkan prinsip pendidikan lingkungan, tetapi juga mampu menjadi model, inspirasi, serta pembina bagi sekolah lainnya dalam pengembangan budaya lingkungan yang berkelanjutan.
“Semoga prestasi ini menjadi penggerak semangat untuk terus membangun pendidikan yang sehat, berbudaya lingkungan, dan berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim,” harap Rusdi.











