Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pengguna jalan yang melintas di ruas Jalan Lintas Gunung Megang–Prabumulih diminta untuk selalu waspada dan tidak saling mendahului. Pasalnya sebuah truk trailer pengangkut alat berat yang terperosok ke bahu jalan yang membuat kemacetan hingga kini belum dapat dievakuasi di Jalan Lintas Gunung Megang–Prabumulih, tepatnya di dekat perlintasan rel kereta api Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Selasa (17/2/2026).
Kapolres Muara Enim Hendri Syaputra, S.I.K melalui Kapolsek Gunung Megang KMS Erwin, SH, MH mengatkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, truk trailer yang mengangkut alat berat tersebut terperosok ke bahu jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.
“Sampai hari ini, pukul 10.00 WIB, kendaraan tersebut belum berhasil dievakuasi,” ujarnya.
Lanjut Kapolsek, akibat kejadian tersebut sebagian badan trailer masih berada di ruas jalan, sementara bagian belakang turun ke area parit atau tanah lunak di pinggir jalan. Akibatnya, posisi truk dalam keadaan miring ekstrem dan ban bagian kiri trailer terangkat dari permukaan aspal. Kondisi ini membuat badan jalan hanya dapat dilalui kendaraan secara bergantian dari satu arah ke arah lainnya.
“Saat ini, Personel Sat Lantas bersama anggota Polsek Gunung Megang telah melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kemacetan. Selain itu, petugas juga berupaya melakukan evakuasi kendaraan, namun belum berhasil karena ukuran dan berat trailer yang cukup besar sehingga tidak mampu ditarik oleh kendaraan biasa,” ujarnya.
Kapolsek Gunung Megang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap tenang, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak saling mendahului, terlebih di sekitar perlintasan kereta api yang berpotensi membahayakan keselamatan. Sebab dikhawatirkan apabila pengendara saling mendahului di lokasi yang sempit dan dekat perlintasan rel, dapat menimbulkan kemacetan yang lebih parah bahkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Saat ini, kata Kapolsek, kendaraan masih berada di tempat kejadian perkara (TKP). Pihak kepolisian terus melakukan pengaturan lalu lintas dan berkoordinasi dengan pemilik kendaraan guna mendatangkan alat berat untuk proses evakuasi, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal dan aman dilalui masyarakat.














