Ribuan Jemaah Membludak, Hadiri UAS Isi Tausiyah Nuzulul Qur’an di Muara Enim

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Ribuan jemaah dari berbagai penjuru hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H / 2026 M. Pasalnya, Pemkab Muara Enim menghadirkan ulama kondang tingkat nasional, Ustaz Prof. K.H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D dilapangan Merdeka Muara Enim, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari pengamatan dilapangan, sedikitnya 10 ribu jemaah dari Muara Enim dan sekitarnya memadati lapangan Merdeka Muara Enim ingin bertatap muka langsung dengan UAS. Terlihat pengawalan dari Kepolisian, Satpol PP dan Ormas Pemuda Pancasila cukup ketat selama kegiatan berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa.

Selain itu, yang hadir langsung, antusiasme masyarakat juga terlihat di dunia maya dengan tercatatnya lebih dari 10.000 penonton yang menyaksikan siaran langsung melalui kanal Facebook Radio Suara Muara Enim milik Diskominfo Pemkab Muara Enim. Acara yang mengusung tema “Al-Qur’an Sebagai Cahaya, Petunjuk, dan Pedoman Hidup dalam Menghadapi Akhir Zaman” ini berlangsung khidmat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) yang telah hadir di Bumi Serasan Sekundang di tengah jadwal yang padat,” kata

​Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., didampingi Wakil Bupati, Ir. Hj. Sumarni, M.Si dalam sambutannya.
Bupati Muara Enim Edison memaparkan posisi strategis Kabupaten Muara Enim yang berada di tengah Provinsi Sumatra Selatan dan berbatasan dengan sembilan kabupaten/kota.
Bupati menegaskan bahwa kegiatan syiar Islam ini akan dijadikan agenda rutin pemerintah daerah guna memperkuat nilai-nilai religius dan menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan warga.

“Alhamdulilah, kondisi cuaca yang terang benderang sehingga kegiatan ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan tuntunan yang sangat lengkap bagi manusia, mulai dari urusan ibadah hingga hal mendetail seperti tata cara mencuci tangan dan kesehatan organ tubuh seperti otak serta jantung.

Beliau mengingatkan para jemaah untuk menjauhi harta haram, terutama dalam menafkahi keluarga, karena sumber yang tidak benar dapat merusak pikiran dan akhlak. Selain itu, ditegaskan pula bahwa uang yang tidak halal dilarang untuk digunakan membeli kebutuhan pribadi seperti pakaian atau kendaraan, melainkan harus dialokasikan untuk kepentingan umum.

Kemudian, UAS juga memuji kebijakan Bupati dan jajarannya yang telah memperhatikan keberadaan guru ngaji, santri dan Pondok Pesantren serta kegiatan keagamaan. Sebab kehadiran dan perhatian jajaran pemimpin daerah beserta unsur Forkopimda di tengah warga ini sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah dan ulama di Kabupaten Muara Enim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *