Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Muara Enim, mengecam keras aksi pencurian dan perusakan (Vandalisme) fasilitas di Pasar Inpres Muara Enim. Pasalnya, aksi tersebut selain telah merugikan pemerintah, juga masyarakat terutama para pedagang pemilik kios tersebut.
“Tindakan tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan masyarakat luas. Bukan saja pasar tetapi seluruh fasilitas umum, jika ada yang merusak atau mencuri harus bertanggungjawab bilaperlu diusut dan ditindak tegas sesuai hukum berlaku untuk efek jera,” tegas Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Muara Enim, Endang Saputra, Jumat (24/4/2026).
Menurut Endang bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan masyarakat luas. Dimana, pemerintah sedang berupaya memenuhi aspirasi dan kebutuhan publik dalam mempercantik kota dan menyediakan pasar yang layak, namun ternyata ada oknum yang merusak bahkan mencuri fasilitas yang telah bangun oleh pemerintah.
“Ini bentuk kurangnya rasa memiliki dan rendahnya kesadaran dalam menjaga aset daerah,” tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Endang, kami Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Muara Enim mengecam terhadap Aksi Kriminal yang merusak fasilitas umum yang digunakan menggunakan uang rakyat. Dimana, tindakan tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan masyarakat luas.
Lebih lanjut, Endang dengan tegas menyatakan dukungan kepada Pemkab dan Aparat untuk mengusut tuntas atas peristiwa ini dan melaporkan kasus ini secara resmi.
Dan Apresiasi atas keberhasilan Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim yang telah berhasil menangkap sebagian pelaku agar ada efek jera terhadap pelaku vandalisme di wilayah kabupaten Muara Enim.
Kemudian, ia meminta agar dilakukan audit kerusakan oleh instansi terkait untuk mendata fasilitas apa saja yang hilang atau rusak untuk segera diperbaiki serta mengajak masyarakat melakukan peningkatan keamanan. Lalu ia juga mengusulkan penempatan personel Satpol PP atau penjaga keamanan (Security) selama 24 jam di area pasar serta memperbanyak pemasangan CCTV terutama di titik-titik vital di seluruh fasilitas umum.
“Jadi bukan saja dipasar dipasang CCTV, tetapi diseluruh fasilitas umum seperti taman, hutan kota, sekolah, pertokoan, stasiun, terminal, dan tempat keramaian dan sebagainya untuk menjadi mata dan bukti jikalau ada kejadian tindak kejahatan. Bila perlu setiap toko diwajibkan memasang CCTV selain untuk keamanan sendiri juga bisa membantu orang lain,” harapnya.
Terakhir, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan berani melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.












