Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memastikan pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter/ Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan pengganti bahan bakar LPG di Kawasan Industri Tanjung Enim (KITE) yang telah dimulai pembangunannya pada 2022 lalu terus dilanjutkan.
Kepastian ini, diungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan pembangunan lanjutan tahap II 13 proyek strategis hilirasi nasional, termasuk pengembangan fasilitas produksi pabrik DME di Kabupaten Muara Enim secara simbolis secara virtual dari Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, Bupati Muara Enim diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Muara Enim H Rusdi Hairullah, Bupati Lahat Bursah Zarnubi, para pejabat terkait, Manajemen PTBA dan HBAP serta para undangan di di lokasi pabrik HBAP Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.
Dalam arahannya Presiden menekankan proyek hilirasi sebagai salah satu prioritas dan program strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sehingga dirinya mendorong percepatan realisasi pembangunan, khususnya di 13 proyek hilirasi nasional.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT. Bukit Asam Tbk, Turino Yulianto, mengatakan bahwa PTBA adalah selaku penyedia bahan baku sekaligus pengembang proyek DME. Selama ini batu bara Tanjung Enim hanya di ekspor mentah dengan nilai tambah terbatas, maka dengan adanya hilirisasi ini batu bara akan diubah menjadi DME sehingga meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan LPG.
Sementara itu Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.H., di tempat terpisah seusai Rapat Paripurna DPRD terkait Rekomendasi LKPJ 2025 menyampaikan dukungannya. Dirinya berharap sebagai lumbung energi nasional, keberadaan proyek energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 1,4 juta ton pertahun ini membawa manfaat terhadap ketahanan energi nasional melainkan juga berdampak positif bagi perekonomian daerah maupun masyarakat sekitar, khususnya penyerapan tenaga kerja lokal.















