Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Kabupaten Muara Enim menargetkan masuk dalam tiga besar pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 22 hingga 30 Juni 2026 di Kabupaten Lahat.
Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, saat kegiatan Pelepasan Kafilah MTQ Kabupaten Muara Enim di ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim, Senin (22/6/2026).
Turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Andi Wijaya, M.M., Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Juli Jumatan Nuri, S.E., Kabag Kesra Setda Muara Enim Iskandar, S.Kom., M.M., sejumlah kepala OPD, camat, pelatih, ofisial, serta para peserta kafilah.
Kabupaten Muara Enim mengirimkan 50 peserta putra dan putri hasil seleksi MTQ ke-42 Tingkat Kabupaten Muara Enim, didampingi 10 pembimbing dan 10 ofisial dari ustaz dan ustazah berpengalaman dalam berbagai ajang MTQ.
Para peserta akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan, di antaranya Tilawah Alquran, Qira’at Alquran, Tahfidz Alquran, Tafsir Alquran, Syarhil Alquran, Fahmil Alquran, Khat Alquran, serta Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ). Dalam arahannya, Plt Bupati Sumarni menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, dan jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang telah mempersiapkan diri melalui berbagai tahapan pembinaan dan Training Center.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para qori-qoriah, hafiz-hafizah, para pelatih, serta jajaran LPTQ. Di balik kesiapan ini ada pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang luar biasa,” ujarnya.
Sumarni menegaskan bahwa para peserta yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik asli dari Kabupaten Muara Enim yang telah melalui proses seleksi ketat. Sebab para peserta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengemban amanah untuk menjaga marwah dan nama baik Kabupaten Muara Enim.
“Adik-adik bukan sekadar peserta lomba, tetapi kafilah yang membawa nama baik Kabupaten Muara Enim. Tampilkan sikap yang mencerminkan masyarakat Muara Enim yang agamis, berbudaya, dan menjunjung tinggi akhlakul karimah,” pesannya.
Sumarni juga mengingatkan seluruh peserta agar bertanding dengan penuh percaya diri tanpa terbebani target yang berlebihan. Karena penampilan terbaik akan lahir ketika peserta mampu tampil maksimal dan menikmati setiap perlombaan yang diikuti.
“Lakukan yang terbaik. Juara memang penting, tetapi jangan dijadikan beban. Jika kita bertanding dengan ringan dan percaya diri, Insya Allah prestasi akan mengikuti,” katanya.
Lebih lanjut, Sumarni mengungkapkan optimismenya terhadap peluang Kabupaten Muara Enim meraih hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada MTQ sebelumnya Muara Enim berada di peringkat enam, tahun ini pihaknya menargetkan masuk tiga besar.
“Kalau tahun lalu kita di peringkat enam, tahun ini kita targetkan tiga besar. Bahkan kita optimistis bisa meraih posisi yang lebih terhormat. Ini menjadi kebanggaan bersama karena peserta yang berangkat adalah aset daerah yang harus terus dibina,” tegasnya.
Selain mengejar prestasi, Sumarni menekankan bahwa esensi utama MTQ adalah sebagai sarana syiar Islam dan upaya membumikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian untuk para peserta dapat menjadi teladan sekaligus generasi Qurani yang berakhlak mulia di Kabupaten Muara Enim.
Menutup arahannya, Sumarni berpesan agar seluruh anggota kafilah menjaga kesehatan, kekompakan, solidaritas, serta saling membantu selama mengikuti rangkaian kegiatan MTQ di Kabupaten Lahat
















