Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM—Di tengah hiruk-pikuk arus digitalisasi modern, lembaran-lembaran peradaban masa lampau dari bumi Serasan Sekundang bangkit menyapa publik di The Sultan Convention Center, Palembang, Sabtu (5/9/2026).
Enam peninggalan naskah kuno Aksara Ulu (Kaganga) milik Kabupaten Muara Enim tampil memikat pasang mata dalam ajang tahunan Festival Literasi Sumatera Selatan 2026. Kehadiran artefak bernilai sejarah tinggi ini seolah menjadi mesin waktu yang membawa para pengunjung melintasi jejak intelektual leluhur Nusantara.
Perhelatan Festival Literasi dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru dan dihadiri langsung Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., Plt. Ketua TP. PKK yang juga merupakan Bapak Literasi Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, M.M., hingga Sekretaris Daerah, Ir. H. Yulius, M.Si.
Di stand literasi Kabupaten Muara Enim, pengunjung disuguhkan keunikan ragam media penulisan naskah kuno yang telah dialihmediakan secara teliti. Koleksi autentik yang dipamerkan mencakup piagam Aksara Ulu di atas kulit kayu kagas (bebue), ukiran naskah pada tanduk kerbau, goresan di buluh bambu, Gelumpai Rasulullah, hingga naskah kuno yang memuat shalawat serta doa. Keberadaan koleksi langka ini menjadi magnet tersendiri bagi akademisi, pelajar, hingga masyarakat umum yang mengagumi kekayaan budaya daerah.
Tak hanya mencuri perhatian lewat artefak sejarah, Kabupaten Muara Enim juga menorehkan prestasi dalam ajang ini. Perpustakaan Cakrawala dari Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, berhasil memboyong predikat Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Capaian tersebut makin lengkap dengan diraihnya penghargaan kategori Pemerhati Naskah Kuno oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim, H. Shofyan Aripanca, S.Kom., M.Si.
Plt. Bupati Muara Enim Ir Hj Sumarni MSi, mengatakan bahwa keberadaan enam koleksi langka tersebut bukan sekadar pajangan sejarah semata, melainkan modal berharga yang membuktikan betapa kayanya identitas dan peradaban Muara Enim.
Beliau berharap warisan literasi purba ini menjadi pemantik semangat generasi muda untuk terus menggali ilmu dan mencintai akar budaya daerah. Didukung kolaborasi erat bersama Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., Pemkab Muara Enim menyatakan kesiapannya untuk terus menjalankan berbagai rekomendasi strategis demi memperkuat ekosistem literasi.
Plt Buapti berharap melalui keberhasilan memadukan pelestarian tradisi purba dan raihan prestasi era modern, langkah Kabupaten Muara Enim di Festival Literasi Sumsel 2026 menegaskan komitmen daerah dalam merawat sejarah. Penguatan literasi di bumi Muara Enim kini tidak lagi sekadar membaca buku, tetapi juga merawat memori kolektif bangsa agar tetap relevan dan menginspirasi hingga masa mendatang.












