Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Sebanyak 260 pengurus dan pengelola koperasi di Kabupaten Muara Enim mendapat pembekalan peningkatan kompetensi melalui Pelatihan Tata Kelola dan Pembukuan Koperasi serta Fasilitasi Kemitraan Usaha Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ini berlangsung selama enam hari, mulai 7 hingga 12 September 2026, di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Jalan Karet, Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim.
Ratusan peserta tersebut dibagi dalam tiga angkatan. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan profesionalitas dalam mengelola koperasi, mulai dari tata kelola organisasi, pembukuan dan laporan keuangan hingga pengembangan usaha dan kemitraan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Muara Enim, H. Syarifudin, AP., M.Si., mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus menjadi bagian penting dalam mewujudkan koperasi yang profesional, efektif, transparan dan akuntabel.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengurus serta pengelola koperasi, terutama dalam tata kelola, pembukuan, pengembangan usaha dan membangun kemitraan,” ujarnya.
Menurut Syarifudin, kemampuan pengurus dalam melakukan pembukuan dan menyusun laporan keuangan secara tertib dan sistematis sangat diperlukan. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menjadi dasar bagi koperasi dalam mengetahui kondisi serta perkembangan usahanya.
Selain itu, peserta juga didorong mampu mengembangkan usaha melalui perencanaan yang lebih baik, pemanfaatan potensi koperasi, peningkatan produktivitas serta penguatan daya saing.
Aspek kemitraan usaha turut menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut. Koperasi diharapkan mampu memperluas jaringan usaha dan membuka akses terhadap pasar maupun sumber daya melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Bupati Muara Enim yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ulil Amri, mengatakan koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, tetapi juga berperan dalam memperkuat perekonomian masyarakat, membuka kesempatan usaha, menciptakan lapangan pekerjaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya,” kata Ulil.
Ia menegaskan pengurus koperasi harus memiliki kemampuan dalam tata kelola organisasi, pengelolaan usaha, pembukuan dan laporan keuangan serta pengambilan keputusan yang tepat berdasarkan kondisi usaha.
Karena itu, Ulil mengingatkan koperasi jangan hanya berdiri secara administratif, tetapi harus mampu menjalankan usaha secara nyata, sehat, profesional, transparan dan memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
Ia juga menilai pembukuan tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif. Laporan keuangan harus dapat digunakan pengurus sebagai dasar menyusun perencanaan, mengevaluasi kinerja dan menentukan strategi pengembangan koperasi.
“Pengurus tidak hanya harus mampu mencatat transaksi, tetapi juga mampu memanfaatkan laporan keuangan sebagai dasar dalam menyusun perencanaan, mengevaluasi kinerja dan mengembangkan usaha koperasi,” ujarnya.
Selain tata kelola dan pembukuan, Ulil mendorong koperasi lebih aktif membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, perbankan, BUMN, BUMD maupun berbagai pihak lainnya.
Kemitraan tersebut dinilai dapat membuka akses pasar, memperkuat permodalan, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran hingga menciptakan peluang usaha baru bagi koperasi dan anggotanya.
“Koperasi harus mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri, kreatif, adaptif dan berdaya saing. Jangan hanya menunggu program atau bantuan, tetapi harus mampu menggali potensi yang dimiliki dan mengembangkan usaha sesuai kebutuhan serta peluang yang ada,” tegasnya.
Ulil berharap 260 peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, bertukar pengalaman serta membangun jejaring dengan sesama pengurus dan calon mitra usaha.
Ia menekankan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi diterapkan secara nyata di masing-masing koperasi.
“Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk melakukan pembenahan tata kelola, meningkatkan kualitas pembukuan, mengembangkan usaha, memperluas kemitraan serta meningkatkan pelayanan dan manfaat koperasi bagi anggota,” pungkasnya.
Dengan SDM yang semakin kompeten, tata kelola yang baik, pembukuan yang tertib serta kemitraan usaha yang semakin luas, koperasi di Kabupaten Muara Enim diharapkan mampu berkembang menjadi koperasi yang sehat, kuat, mandiri, inovatif dan berdaya saing.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi dari empat narasumber, yakni Satgas Daerah Sumatera Utara LPDB Koperasi, PT Pupuk Sriwijaya Palembang, Perum Bulog Lahat serta Lembaga Kursus Pelatihan dan Keterampilan (LKPK) Handriya Sanggraha Palembang.












