Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dampak kegiatan pelantikan PPPK Muara Enim cukup dashyat masyarakat Muara Enim. Bermacam-macam dampak dirasakan oleh masyarakat baik itu dampak negatif dan positif.
Adapun dampak positif seperti hotel dan penginapan penuh, rumah makan dan UMKM lalu keras, penjual buket dadakan laris manis, dan sebagainya. Namun dampak negatifnya juga dirasakan oleh masyarakat terutama pengguna jalan yakni kemacetan panjang, hampir setiap ruas jalan dikota Muara Enim macet dipenuhi kendaraan yang parkir. Kemacetan tersebut dirasakan warga dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB dengan ribuan kendaraan baik roda empat dan roda dua. Selain itu, belum sampah yang berserakan baik dilokasi pelantikan maupun di kota Muara Enim.
“Ini luar biasa, seumur hidup baru kali ini saya merasakan kemacetan total. Saya sudah 3 jam antri seperti di Jakarta,” ujar Anton (40) warga Muara Enim.
Menurut Anton, bahwa dirinya senang dengan adanya event keramaian di kota Muara Enim, namun harusnya di sesuaikan jangan sampai membuat warga Muara Enim tidak nyaman.
“Kami senang pasti ada efek positifnya, tetapi harusnya efek negatif diminimalisir,” ujarnya.
Masih dikatakan Anton, seharusnya Pemkab Muara Enim memperhitungkan kegiatan Pelantikan PPPK yang hampir 5 ribu tersebut yang dipusatkan satu lokasi dan disatukan. Sebabkan jangankan kendaraan yang macet, signal hp juga sampai-sampai crowdied dibuatnya. Mengapa tidak dibagi sehingga tidak seperti ini.
“Tadi kalau saya prediksi sekitar 25-30 ribu orang yang berkumpul di satu tempat sampai membuat signal hilang. Belum lagi kemacetan berkilo-kilo meter didalam kota Muara Enim dan sekitarnya,” pungkasnya.
Lain halnya menurut salah satu pedagang buket Aisyah (35) warga Kabupaten Lahat, bahwa dirinya merasa senang dengan adanya kegiatan ini, sebab bisa mendatangkan keuntungan dan membantu perekonomian keluarganya.
“Alhamdulilah, sudah cukup banyak yang laku dari pagi tadi,” ujarnya.
Dikatakan Aisyah, dirinya menjadi penjual buket sudah cukup lama dan jika ada kegiatan keramaian seperti wisuda, pelantikan dan lainnya ia selalu ikut berjualan. Dan kebetulan dirinya baru mengetahui akan ada kegiatan pelantikan PPPK Muara Enim sehingga sedikit kewalahan untuk mencari uang baru di Bank sehingga terpaksa menggunakan uang yang kondisi sudah agak jelek daripada tidak ada sama sekali.












