Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) resmi melaksanakan Ujian Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SM-KPN) Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Juni 2026, di Kampus Sungai Sahang, Palembang. Sebanyak 2.362 peserta mengikuti seleksi ini untuk memperebutkan kesempatan menjadi bagian dari salah satu perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia.
Pelaksanaan SM-KPN menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK/MA dan sederajat untuk melanjutkan pendidikan tinggi vokasi di Polsri. Selama pelaksanaan ujian, panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas dan sarana pendukung guna memastikan proses seleksi berjalan lancar, tertib, dan transparan.
Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Irawan Rusnadi, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap Polsri menunjukkan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri merupakan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan Pendidikan vokasi. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka di Sumatera Selatan, Polsri saat ini memiliki 10 jurusan dengan 36 program studi yang mencakup berbagai bidang keilmuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri dan teknologi.
Selain itu, Polsri juga terus memperluas akses pendidikan vokasi melalui pengembangan berbagai kampus yang tersebar di sejumlah wilayah. Saat ini Polsri memiliki lima kampus, yaitu Kampus Utama Bukit Besar, Kampus Sungai Sahang, Kampus Keramasan, Kampus Banyuasin, serta Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Siak.
Komitmen Polsri dalam menjaga mutu pendidikan juga tercermin dari capaian akreditasi program studi yang sebagian besar telah meraih predikat Unggul dan Baik Sekali. Pencapaian tersebut menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang terus ditingkatkan sesuai standar nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Tidak hanya pada jenjang diploma dan sarjana terapan, Polsri juga telah menyelenggarakan pendidikan pascasarjana melalui dua Program Magister Terapan, yaitu Program Studi Magister Terapan Teknik Energi Terbarukan serta Program Studi Magister Terapan Pemasaran, Inovasi, dan Teknologi, yang dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri masa depan.
Keberadaan kampus-kampus tersebut menjadi bagian dari komitmen Polsri dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas, merata, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Suasana pelaksanaan hari pertama ujian tampak dipenuhi semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah. Dengan membawa harapan dan cita-cita masing-masing, mereka berupaya memberikan performa terbaik untuk meraih kursi sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya.
Melalui pelaksanaan SM-KPN Tahun 2026, Polsri kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan.
Sebanyak 2.362 peserta, satu tujuan, dan ribuan mimpi yang diperjuangkan. Dari ruang-ruang ujian di Kampus Sungai Sahang, langkah menuju masa depan mulai ditorehkan.

















