Kabut Asap Melanda, SMKN 8 Palembang Bagikan Masker kepada Siswa

Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan mulai berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Menyikapi kondisi tersebut, SMK Negeri 8 Palembang meniadakan sementara berbagai kegiatan di luar ruangan sebagai langkah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd, tertanggal 21 Agustus 2026 Nomor 800/10830/Set 3-Disdik SS/VIII/2026 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala SMK Negeri 8 Palembang, Defriyani Yuda Putri, S.T., M.Si., mengatakan, pihak sekolah langsung menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengurangi aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.

“Untuk kondisi saat ini, sesuai arahan Ibu Kadisdik, kita menghilangkan kegiatan di luar ruangan seperti olahraga dan upacara. Kegiatan di dalam ruang kelas masih berjalan dan proses belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa,” ujar Defriyani.

Selain meniadakan kegiatan luar ruangan, pihak sekolah juga mengimbau seluruh warga sekolah untuk menggunakan masker. Mulai dari siswa, guru hingga tenaga tata usaha diminta mengenakan masker sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya dilakukan di luar kelas juga untuk sementara ditiadakan hingga kondisi kualitas udara membaik.

“Kita semua merasakan dampak asap ini. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler juga kita tiadakan sementara,” katanya.

Defriyani menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan sekolah terhadap kondisi udara yang kurang baik. Meski demikian, kegiatan pembelajaran di dalam kelas tetap berlangsung dengan memperhatikan kondisi dan kenyamanan siswa.
Menurutnya, pihak sekolah berharap kondisi kabut asap segera berlalu sehingga aktivitas belajar siswa dapat kembali normal, termasuk kegiatan olahraga dan berbagai aktivitas di luar ruangan.

“Harapan kita semoga keadaan ini cepat berlalu, anak-anak sehat. Anak-anak juga bosan kalau di dalam kelas terus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 8 Palembang Bidang Humas, Syamsul Bahri, S.Pd., M.Si., mengatakan, sekolah juga telah membagikan masker kepada para siswa. Menurutnya, masker tersebut merupakan bantuan yang diterima sekolah untuk mendukung upaya perlindungan siswa di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

“Alhamdulillah kita mendapat bantuan masker. Jadi hari ini kita bagikan kepada siswa,” kata Syamsul.

Ia mengimbau para siswa tidak panik dalam menghadapi kondisi kabut asap. Namun, siswa diminta tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta segera melapor kepada pihak sekolah apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Untuk siswa jangan panik, banyak minum dan pakai masker,” pungkasnya.

Dalam surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan Sumsel juga meminta seluruh satuan pendidikan untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber informasi resmi pemerintah dan instansi berwenang.  Sekolah juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan seperti olahraga, praktik, upacara, apel, dan kegiatan lainnya ketika kondisi udara tidak sehat.

Apabila kondisi kualitas udara semakin buruk, satuan pendidikan dapat menyesuaikan jam belajar dan, jika diperlukan, melaksanakan pembelajaran secara daring hingga situasi udara kembali membaik. Setiap penyesuaian jam belajar maupun pembelajaran daring tersebut wajib dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu, sekolah diminta memastikan ketersediaan air minum yang cukup bagi warga sekolah serta memperhatikan kondisi kesehatan siswa. Jika terdapat peserta didik yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, sakit kepala, pusing, maupun gangguan kesehatan lainnya, sekolah diminta memberikan penanganan awal dan segera menginformasikan kondisi tersebut kepada orang tua atau wali.

Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, peserta didik diarahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah di tengah kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *