Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Atas maraknya aksi pencurian dan pengrusakan beberapa aset milik Pemkab Muara Enim, Bupati Muara Enim meminta kepada OPD terkait untuk segera melaporkannya ke Kepolisian dan menempuh jalur hukum.
“Saya benar-benar geram, sebab akibat ulah mereka (maling,red), ternyata telah merugikan Pemkab dan masyarakat Muara Enim. Ini harus ditindaklanjuti ke jalur hukum,” tegas Edison di sela-sela Inspeksi Mendadak (Sidak) los di lantai III Blok A Pasar Inpres Muara Enim, Selasa (21/4/2026).
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut, di antaranya Kepala Disperindag ESDM Bhakti, Kepala Bappeda Emran Tabrani, Kepala Dinas PUPR Suhermansyah, Kasat Pol PP Dedi Suryanto Fuadi, Camat Muara Enim Elvik Fransiska, dan Kepala UPTD Pasar Muara Enim Firmansyah.
Menurut Edison, bahwa dalam sepekan ini, ada dua kejadian yang membuatnya geram dan menjadi tanda tanya yakni masalah banjir yang telah merendam ratusan rumah dalam kota Muara Enim dan masalah aksi pencurian 163 Rolling Door dan 24 Pintu WC di pasar Inpres Muara Enim.
“Keduanya ini sampai viral kemana-mana, malah ada beberapa temannya sesama kepala daerah sampai klarifikasi. Tapi mau bagaimana lagi itu memang ada kejadiannya,” tegas Edison.
Lanjut Edison, untuk masalah bencana banjir, selain memang ada di permasalahan drainase, sampah, kolam retensi dan sebagainya, ternyata salah satu penyebabnya adalah yang mencuri besi untuk pengaturan pintu air di kolam retensi sehingga pada saat banjir air pintu air tidak bisa dibuka tutup.
Kemudian, sambung Edison, masalah pencurian ratusan pintu rolling door dan pintu WC di Pasar Inpres Muara Enim. Dan ini seperti tidak mungkin terjadi karena lokasi ditengah kota dan dalam jumlah yang banyak.
“Kejadian ini sepertinya tidak masuk akal, mengingat lokasi pasar merupakan pusat aktivitas masyarakat. Sepertinya tidak mungkin dilakukan hanya beberapa orang, mungkin ini teroganisir sehingga tidak mencurigakan dan jumlahnya sangat banyak,” tegas Edison.
Terkait kasus ini, sambung Edison, Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah melaporkannya ke Polres Muara Enim dan saat ini telah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kita sudah laporkan ke pihak yang berwajib. Mudah-mudahan ada progres dan pelakunya bisa segera ditangkap. Kalau ada masyarakat yang mengetahui pelaku maupun penadahnya, silakan laporkan,” imbaunya.
Selain proses hukum, Bupati juga menyoroti lemahnya pengamanan di kawasan pasar. Ia menilai, tidak adanya sistem pengawasan yang memadai menjadi salah satu penyebab terjadinya pencurian tersebut.
Ke depan, Pemkab Muara Enim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar, termasuk pemanfaatan kembali kios-kios yang ada serta perbaikan fasilitas pendukung.
“Untuk penggunaan selanjutnya akan kita evaluasi. Kalau pedagang masih bisa kembali berjualan di sini, tentu akan kita lakukan perbaikan fasilitasnya,” jelas Edison.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kios pasar lantai III Gedung A Pasar Inpres Muara Enim kehilangan 163 rolling door dan 24 pintu kamar mandi (WC) yang diduga dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab. Akibat kejadian tersebut Pemkab Muara Enim menderita ratusan juta rupiah.












