Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Sebanyak 80 orang Pencari Kerja (Pencaker) yang berasal dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Muara Enim, mengikuti pelatihan berdasarkan unit kompetensi kejuruan otomotif mekanik dasar kendaraan ringan, elektronika, service AC, administrasi perkantoran, komputer desain grafis dan tata kecantikan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan yang akan berlangsung selama satu bulan tersebut, dibuka langsung oleh Bupati Muara Enim Edison, didampingi Kadisnakertrans Muara Enim Edi Erson dan OPD terkait lainnya serta dihadiri oleh 80 orang Pencaker di aula Disnaker Muara Enim, Senin (27/4/2026). Bupati Muara Enim Edison
menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan berbasis kompetensi. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju dan Berkelanjutan (MEMBARA), yang menargetkan penciptaan 10.000 tenaga kerja dan wirausaha baru.
“Kepada para peserta ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan dapat segera diterima bekerja di dunia industri maupun berwirausaha secara mandiri,” ujarnya.
Lanjut Bupati, bahwa kontribusi nyata dari tenaga kerja terampil akan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Muara Enim saat ini tengah memperkuat regulasi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal. Dimana, regulasi ini dirancang agar tenaga kerja lokal menjadi subjek utama pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan hak-hak dasar pekerja terpenuhi.
Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muara Enim untuk lebih berperan serta dalam mendukung program pelatihan dan perekrutan tenaga kerja lokal. Ia menekankan bahwa semakin banyak perusahaan yang terlibat, maka semakin luas pula kesempatan masyarakat untuk memperoleh pelatihan dan meningkatkan keterampilan. Sebagai bentuk dukungan, peserta pelatihan telah difasilitasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Namun, Bupati mengingatkan bahwa keselamatan kerja tetap harus menjadi prioritas utama, baik bagi peserta maupun instruktur. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan berjalan lancar, aman, dan memberikan hasil optimal bagi peningkatan kualitas tenaga kerja di Muara Enim.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Eddy Irson, S.T., M.Si., memaparkan target untuk menurunkan angka pengangguran dari 4,13 persen pada tahun 2025 menjadi 3,93 persen di tahun 2026.
Sebagai langkah tindak lanjut, kata Edi, para peserta akan dihimpun dalam sebuah grup koordinasi untuk memantau perkembangan karier mereka, baik yang terserap di industri maupun yang berhasil membuka usaha sendiri. Dirinya berharap pendataan ini dapat menjadi tolok ukur keberhasilan program pemberdayaan tenaga kerja di Kabupaten Muara Enim secara berkelanjutan.


















