Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim menghadirkan program penyetaraan pendidikan bagi warga binaan melalui sekolah kejar paket A, B, dan C yang diberikan secara gratis.Program ini menjadi langkah konkret dalam memberikan hak pendidikan bagi seluruh warga binaan, khususnya yang belum memiliki ijazah.
Kalapas Muara Enim Auliya Zulfahmi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memastikan akses pendidikan yang setara bagi warga binaan.
“Melalui program ini, kita ingin memastikan warga binaan tetap mendapatkan hak pendidikan. Ini juga menjadi bekal penting bagi mereka saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Auliya.
Auliya menjelaskan, program kejar paket ini terbuka bagi warga binaan yang belum memiliki ijazah, dengan total sekitar 200 orang dari 1.200 penghuni lapas yang menjadi sasaran utama.
“Mereka akan mengikuti pendidikan sesuai jenjang masing-masing, mulai dari Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), hingga Paket C (setara SMA),” jelasnya.
Lebih lanjut, Auliya menerangkan bahwa, pelaksanaan program dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran baru sekitar Juni atau Juli mendatang, dengan kegiatan belajar mengajar dipusatkan di Aula Lapas Kelas IIB Muara Enim.
“Berbagai sarana pendukung, seperti kursi dan meja belajar, juga telah disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran,” terangnya.
Untuk memastikan kualitas dan legalitas pendidikan, Lapas Muara Enim bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai mitra pelaksana. Seluruh peserta akan terdaftar secara resmi sehingga berhak memperoleh ijazah yang diakui.
“Teknis pembelajaran sepenuhnya diatur oleh PKBM, termasuk jadwal dan pembagian kelas. Jadi ini bukan sekadar belajar, tetapi benar-benar pendidikan formal yang menghasilkan ijazah,” jelasnya.
Selain itu, pihak lapas juga melakukan pendataan administrasi, seperti Kartu Keluarga (KK), guna memastikan kelengkapan dokumen peserta. Penentuan peserta pun mempertimbangkan masa hukuman agar proses pendidikan dapat diselesaikan secara optimal sebelum warga binaan bebas.
Auliya menambahkan, program ini tidak dipungut biaya dan mendapat sambutan positif dari warga binaan. Antusiasme tersebut menjadi semangat tersendiri dalam menjalankan program penyetaraan pendidikan di lingkungan lapas.
“Mereka sangat senang dan antusias. Harapannya, setelah bebas nanti mereka sudah memiliki ijazah sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.


















