Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM –Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus memperkuat langkah transisi energi menuju pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau (Rumpun Hijau) Camp Kabupaten Muara Enim Tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., mengatakan Rumpun Hijau Camp bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang kolaborasi untuk mempertemukan gagasan, edukasi, dan aksi nyata masyarakat dalam mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat agenda transisi energi di daerah.
“Rumpun Hijau Camp ini bukan sekadar agenda kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah ruang kolaborasi yang sangat bernilai strategis. Ini adalah tempat di mana gagasan, edukasi, dan aksi nyata untuk kelestarian lingkungan dapat dirajut bersama,” ujar Yulius.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi semakin penting karena Kabupaten Muara Enim memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi serta komoditas utama di Sumatera Selatan.
Di sisi lain, tantangan perubahan iklim yang semakin nyata menuntut adanya perubahan pola pembangunan. Cuaca yang tidak menentu, potensi bencana alam, serta dampaknya terhadap sektor pertanian menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama.
“Kita harus mulai bertransisi menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tegasnya.
Yulius menegaskan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim tengah bergerak melakukan transformasi untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu episentrum energi hijau di Sumatera Selatan.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen secara bertahap mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan mendorong pengembangan portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT) dan hilirisasi yang ramah lingkungan.
Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, antara lain mendorong pengembangan energi panas bumi melalui sinkronisasi dan perluasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Pemkab Muara Enim juga mendukung proyek hilirisasi batu bara, termasuk pengembangan gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), serta penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Di sektor pertanian, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk irigasi juga menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan energi bersih. Program tersebut dikembangkan melalui sinergi dengan PT Bukit Asam (PTBA) dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani di pedesaan.
Yulius menyebut inovasi tersebut turut mengantarkan Kabupaten Muara Enim meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Terbaik Nasional di Luar Jawa.
“Alhamdulillah, berkat inovasi pemanfaatan PLTS irigasi pertanian ini, Kabupaten Muara Enim berhasil mengantarkan daerah kita meraih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik Nasional di Luar Jawa. Ini membuktikan bahwa inovasi hijau kita diakui secara nasional,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Yulius berharap Rumpun Hijau Camp dapat menjadi wadah untuk membangkitkan kesadaran bersama sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi energi terbarukan yang ada di Kabupaten Muara Enim.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi aktif, menimba pengetahuan, dan melahirkan berbagai ide inovatif yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menghasilkan visi yang kuat dan melahirkan rekomendasi aksi nyata demi kemajuan Kabupaten Muara Enim, sebuah kemajuan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga berwawasan lingkungan dan berkeadilan sosial,” ujarnya.
Yulius juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia yang telah menjadikan Kabupaten Muara Enim sebagai lokasi kick-off program “Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau” beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan bagi Pemkab Muara Enim sekaligus menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki posisi strategis dalam agenda transisi hijau nasional.
“Kolaborasi internasional yang dibawa langsung ke tingkat akar rumput ini membuktikan bahwa Muara Enim memiliki posisi strategis dalam agenda transisi hijau nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yulius mengajak masyarakat dan seluruh korporasi lokal untuk ikut mengambil bagian dalam memperkuat agenda transisi energi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inisiatif hijau tidak berhenti pada tataran wacana.
“Mari kita bangun sinergi multi stakeholder yang kuat. Investasi pada teknologi hijau dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan industri adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
Ia juga meminta para camat, lurah, kepala desa, PKK, Dharma Wanita, serta organisasi masyarakat lainnya untuk membawa semangat Rumpun Hijau Camp ke wilayah masing-masing dan mereplikasi berbagai inisiatif hijau sesuai potensi daerah.
Yulius menegaskan, Rumpun Hijau Camp harus menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Acara hari ini harus menjadi gerakan masif yang berkelanjutan, bukan sekadar seremonial,” pungkasnya.














