Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Tim Satgas Gabungan Kabupaten Muara Enim memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna membendung kobaran api agar tidak semakin mendekati kawasan pemukiman warga di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Senin (14/9/2026).
Langkah penanganan cepat di lapangan tersebut ditinjau langsung oleh Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., Dandim 0404 Muara Enim Letkol Kav. Sahid Winagiri, S.Hub.Int., M.M., perwakilan Kejaksaan Negeri Muara Enim, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim Abdurrorieq Putra di Desa Teluk Limau dan Desa Sukamaju.
Plt Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan bahwa lahan yang terbakar tersebut berada di dua kecamatan yang diketahui merupakan areal milik masyarakat dan perusahaan. Guna mencegah dampak buruk paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim turut menyiagakan tim medis serta membagikan sebanyak 4.500 masker gratis secara langsung kepada warga di sekitar area terdampak karhutla. Langkah antisipatif ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko timbulnya gangguan pernapasan (ISPA) akibat asap pekat.
“Kobaran api sempat merambah mendekati wilayah pemukiman, khususnya di Desa Betung, Kecamatan Gelumbang. Kondisi ini membuat tim gabungan langsung memprioritaskan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik lokasi yang paling berdekatan dengan rumah warga,” ujar Sumarni.
Lanjut Plt Bupati, aksi penanggulangan, tim pemadam yang terdiri dari Satgas BPBD Posko Gelumbang, Dinas Pemadam Kebakaran Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri, dan warga sekitar terpaksa harus bekerja ekstra keras hingga malam hari akibat krisis air di lokasi. Mengeringnya sejumlah sumber air setempat memaksa tim bergerak mencari pasokan air hingga ke desa sebelah dengan jarak tempuh mencapai 30 kilometer.
“Saya sangat mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh personel yang terus berjibaku di titik api demi melindungi keselamatan warga dan lingkungan sekitar,” ujar Plt Bupati usai menyerahkan paket sembako kepada tim satgas yang bertugas di lapangan sebagai bentuk dukungan moral dan logistik.
Lebih lanjut, Plt. Bupati menyatakan musibah karhutla yang melanda wilayahnya saat ini murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem dan kemarau berkepanjangan yang membuat kondisi tanah gambut sangat rawan terbakar. Menurutnya, warga setempat kecil kemungkinan membakar lahan secara sengaja mengingat keberlangsungan hidup mereka sangat bergantung pada hasil perkebunan tersebut.
Kendati demikian, Sumarni menegaskan tindakan hukum yang berlaku tetap akan diterapkan tanpa ragu apabila di kemudian hari ditemukan indikasi kesengajaan. Ia pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memanjatkan doa agar hujan segera turun menyirami Kabupaten Muara Enim.
















