Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Warga Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, mengancam akan melakukan penutupan terhadap akses jalan operasional PT Musi Hutan Persada (MHP). Pasalnya, peningkatan jalan terhenti akibat dipermasalahkan oleh pihak perusahaan.
Hal tersebut terungkap usai Rapat Koordinasi Kelanjutan Peningkatan Jalan Desa Aur Duri, di ruang rapat Asisten Perekobang Pemkab Muara Enim, Selasa (5/8/2025).
Rapat yang dipimpin Asisten Perekobang itu dihadiri oleh Camat Rambang Niru, Kapolsek Rambang Dangku, pihak PT MHP, Kades Aur Duri, dan perwakilan Dinas PUPR Muara Enim.
Kades Aur Duri Muslim mengatakan bahwa, dari keterangan Dinas PUPR, bahwa lahan peningkatan jalan dari Dusun II ke Dusun III sepanjang 8 km masuk dalam kawasan hutan. Dan sebelum ada jalan tersebut memang tanah masyarakat yang digunakan masyarakat dan dipakai oleh PT MHP. Dan ia sangat menyesalkan pihak perusahaan yang membuat surat ke Pemda bahwa jalan tersebut masuk izin MHP, padahal jalan itu milik desa.
“Sekarang kalau kita bicara izin MHP, kenapa desa lain yang sudah melaksanakan cor beton tidak dipermasalahkan seperti Suban Jeriji, Bangun Sari, Manunggal Makmur dan desa-desa lain, cuma desa kita yang dipermasalahkan masuk dalam izin konsesi PT MHP,” tuturnya.
Muslim pun sangat menyayangkan sikap PT MHP yang baru komplain sekarang, padahal jalan desa tersebut sebelumnya sudah tiga kali dilakukan pembangunan APBD tidak ada komplain.
“Sekarang jalan ini jalan lanjutan, dari APBD 2010 perkerasan Rp 4 miliar dan APBD 2013 Rp 3 miliar. Mereka bangun jalan tidak, tapi Pemda mau bangun malah dipersoalkan,” ucapnya dengan nada kesal.
Sementara itu, Asisten Perekobang Setda Muara Enim Ir H Ahmad Yani Heriyanto MM, mengatakan berdasarkan kesepakatan rapat untuk sementara waktu peningkatan ruas jalan yang dipermasalahkan.
“Jadi kita tunda dulu sembari menunggu izin dikeluarkan dari Kementerian Kehutanan,” ujar Yani.
Yani memastikan peningkatan jalan Desa Aur Duri tetap berjalan, namun dialihkan karena tidak mengikat di satu ruas. Dan nanti tim PUPR akan survei dulu lokasi-lokasi yang akan ditingkatkan.
Yani menambahkan, pihak PT MHP juga sudah berkomitmen untuk jangka pendek akan melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan pada titik-titik tertentu.











