YBH SSB Sumsel Desak Kepolisian Maksimalkan Penangkapan Pelaku Pemerkosaan di Gandus

Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Sumsel Berkeadilan Provinsi Sumsel mendesak aparat kepolisian Polrestabes Palembang untuk segera menangkap pelaku pemerkosaan terhadap seorang anak dibawah umur, yang terjadi di Kawasan Gandus Palembang pada minggu malam (3/5/2026).

“Kami mendesak agar kepolisian segera menangkap pelaku, dan kami juga mengirim surat terbuka kepada Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo agar memberikan keadilan dan penegakan hukum atas korban,” tegas Ketua Umum YBH SSB Sumsel Dr © Sigit Muhaimin, SH.,MH kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar rabu (06/5/2026) sore di kantor YBH SSB Sumsel. Sigit Muhaimin didampingi oleh Aktivis lingkungan, Dolly Reza Pahlevi, Ustadz Ahmad Al Muhajir, dan dua orang paralegal dari YBH SSB Sumsel.

Menurut Sigit, YBH SSB Sumsel merupakan kuasa hukum dari orang tua korban AA dan telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Kota Palembang dengan LPB: 1414/2026/SPKT/ POLRESTABES PLG /POLDA SUMATERA SELATAN.

“Kasus ini menjadi viral dan telah menjadi konsumsi public dan aparat belum berhasil menangkap pelaku meski teridentifikasi pelaku adalah seorang lelaki yang menggunakan pakaian ojek online. Dan ini menjadi perhatian kita sama-sama agar bapak Kapolri, Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang dapat memaksimalkan kerja aparatnya,” kata Sigit.

Dia menjelaskan, YBH SSB Sumsel juga akan melayangkan surat ke Komnas Perlindungan anak dan Komisi III DPR RI hingga peristiwa yang sama tidak akan berulang. Sebab pihak YBH SSB Sumsel juga sudah berjumpa langsung dengan korban yang sangat trauma dan menyedihkan.

Senada dikatakan Aktivis Lingkungan Doly Reza Pahlevy. Menurut dia,  pihaknya menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan memakan korban anak-anak. Pelaku adalah seorang predator anak dan sangat mengkhawatirkan masyarakat.

“Pelaku adalah predator anak, dan kami minta agar aparat menangkap pelaku serta memberikan efek jera hingga tidak terjadi peristiwa yang sama di kemudian hari,” tegas Doly.

Sementara, Ulama Palembang Ustadz Ahmad Al Muhajir mengecam keras peristiwa pemerkosaan yang menimpa korban seorang anak dibawah umur. Menurut dia, apa yang dilakukan pelaku adalah Tindakan sangat tidak manusiawi.

“Saya berharap agar kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukum yang seberat-berat mungkin. Agar kejadian ini tidak terulang lagi di Sumatera Selatan, kota Palembang, dan daerah lain di Indonesia khususnya,” kata Ustadz Al Muhajir.

Dari kronologi diketahui, korban adalah seorang anak-anak dibawah umur berinisial PS (12) seorang siswi Sekolah Dasar (SD). Saat ini korban telah mendapatkan penanganan dari tim medis dan pendampingan pascakejadian yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Karang Sari, Kelurahan Gandus Palembang.

 Peristiwa bermula saat korban bersama temannya hendak menuju kegiatan di lingkungan sekitar, dalam perjalanan korban didatangi seorang pria yang tak dikenal mengendarai sepeda motor dan memakai jaket ojek online (Ojol). Pelaku diduga menawarkan tumpangan serta iming-iming memberikan uang kepada korban.

Situasi kemudian berubah ketika pelaku diduga memaksa korban untuk ikut. Teman korban yang merasa takut segera melapor kepada orang tua korban. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi trauma dan langsung dibawa pulang sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *