Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Singo Jalanan menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) sekaligus deklarasi dukungan terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di Kota Palembang, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Karya Muda II, Kecamatan Sako ini dihadiri oleh Ketua Umum Singo Jalanan Rusdi, Sekretaris Bambang Yd, Bendahara Andi Utama, serta ratusan driver ojol dari berbagai wilayah di Palembang yang tergabung dalam komunitas tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Singo Jalanan Rusdi menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar driver, tetapi juga sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa driver ojol tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” ujar Rusdi.
Selain deklarasi harkamtibmas, para pengemudi juga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari status kemitraan yang belum memberikan kepastian perlindungan, besarnya potongan dari aplikator, meningkatnya biaya operasional, hingga minimnya jaminan sosial dan keselamatan kerja.
Rusdi juga menyoroti kebijakan aplikator yang dinilai kerap berubah secara sepihak tanpa melibatkan mitra pengemudi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat para driver berada dalam posisi yang rentan secara ekonomi.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak aplikator agar kesejahteraan driver ojol dapat lebih diperhatikan,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, komunitas Singo Jalanan menegaskan sikap untuk tidak terlibat dalam aksi-aksi yang berpotensi mengarah pada kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Mereka memilih fokus pada upaya menjaga stabilitas keamanan serta menjadikan profesi ojol sebagai mata pencaharian utama yang dijalankan secara profesional.
Dalam deklarasinya, komunitas ini menyatakan komitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan, memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian, serta menolak segala bentuk aksi anarkis. Mereka juga mendukung langkah tegas aparat dalam memberantas kejahatan jalanan seperti begal dan balap liar yang meresahkan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dengan silaturahmi dan makan bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Dukungan dari komunitas ojol ini dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap stabilitas keamanan daerah. Namun di sisi lain, kegiatan ini juga mencerminkan adanya kegelisahan sosial yang perlu menjadi perhatian, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei.












