Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Menjelang Hari Besar Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim mengambil langkah strategis dengan memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi.
Salah satunya dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Capacity Building, High Level Meeting (HLM) TPID & TP2DD dengan Tema “Memperkuat Sinergi Pengendalian Inflasi menjelang NATARU”, di Ballroom The Melio Enim Hotel, Senin 15 Desember 2025.
Rakor tersebut dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si. Turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, BPKP Sumsel, DJPB Prov Sumsel, Biro Perekonomian Sumsel, Kepala BPS Muara Enim, Kepala KPPN Lahat dan Perum BULOG Lahat.
Wabup menyampaikan bahwa, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) RI per November 2025, perkembangan inflasi di tingkat nasional tercatat sebesar 2,72%, Sumsel 2,91%, dan Kabupaten Muara Enim 2,62%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,27.
“Angka ini menunjukkan bahwa inflasi di Kabupaten Muara Enim masih berada pada tingkat terkendali, namun tetap memerlukan perhatian intensif secara berkala,” ujar Sumarni.
Menurut Sumarni, prestasi ini tidak lepas dari upaya sinergis berbagai pihak serta langkah konkret pengendalian inflasi yang telah dilaksanakan oleh TPID Kabupaten Muara Enim.
“Berbagai langkah seperti monitoring ketersediaan dan harga bahan pangan dan bahan pokok, Operasi Pasar Murah secara periodik, dan Gerakan Pangan Murah (GPM),” bebernya.
Selain itu, sambung Wabup, ada juga Pencanangan Gerakan Menanam dan Panen serentak, Kerjasama Antar Daerah, Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kita juga merealisasikan Belanja Tidak Terduga untuk dukungan pengendalian inflasi dan Bantuan Transportasi dari APBD,” tambahnya.
Orang nomor dua di Bumi Serasan Sekundang itu menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor menjelang Nataru.
“Kita harus melakukan langkah penguatan mulai dari pemantauan stok dan harga bahan pokok, pengawasan distribusi, pelaksanaan operasi pasar murah, hingga antisipasi terhadap potensi gangguan cuaca dan distribusi logistik,” pungkasnya.


















