Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen akan terus memajukan dunia pendidikan pesantren di Kabupaten Muara Enim.
Hal ini disampaikan Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum saat menghadiri peringatan Milad ke-7 Pondok Pesantren Tahfidz dan Dakwah Laa Roiba, di Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Laa Roiba, KH. Taufik Hidayat, S.Ag., M.I.Kom., atas dedikasi membangun pesantren sebagai pusat pendidikan tahfidz dan dakwah yang membanggakan. Ia menilai langkah pesantren yang memprioritaskan penerimaan santri yatim piatu sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap generasi muda.
“Pola kemandirian Ponpes Laa Roiba patut diapresiasi di dicontoh,” ujar Bupati.
Menurutnya, selama bertahun-tahun pesantren ini mampu menjalankan operasional dan menggaji para kiai serta guru secara mandiri. Hal tersebut menunjukkan komitmen kuat pesantren dalam menjaga keberlangsungan pendidikan tanpa bergantung penuh pada bantuan pemerintah.
“Meski saat ini Pemkab Muara Enim tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, namun dukungan terhadap pesantren tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain itu, kata Bupati, pemerintah daerah berupaya menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mengoptimalkan program zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pembangunan sosial dan pendidikan. Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut, saat ini dirinya telah menerbitkan edaran Nomor 40 Tahun 2026 tentang kebijakan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN untuk zakat melalui BAZNAS Kabupaten Muara Enim. Ia berharap program gotong royong ini dapat memperkuat peran pesantren dan lembaga sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pimpinan Ponpes La Roiba KH. Taufik Hidayat menegaskan Ponpes Laa Roiba siap terlibat aktif mendukung visi dan misi Pemkab Muara Enim. Untuk itu, pesantren akan menjadi mitra strategis dalam mewujudkan cita-cita “Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju dan Berkelanjutan (Membara).”














